Menurut gubernur perempuan pertama di Jatim tersebut, pertemuan antar pelaku usaha merupakan proses penting agar besarnya potensi pasar di Indonesia tidak dikuasai komoditas impor dari negara lain. Terlebih dengan adanya perkembangan teknologi digital yang memungkinkan belanja produk luar negeri menjadi sangat mudah dan cepat.
Karena itu, mantan Menteri Sosial ini juga berpesan agar para pelaku usaha, utamanya yang berasal dari Jawa Timur atau warga Jatim yang menetap di Aceh, untuk memahami digitalisasi sistem.
"Jadi digitalisisasi ini harus kita manfaatkan peluangnya. Karena perdagangan secara digital ini memungkinkan kita untuk bisa melanjutkan transaksi yang mungkin besok saat misi dagang belum tuntas, maka dilanjutkan transaksi secara digital," pungkasnya.











