Jajaran Polres Ngawi intens melakukan pemantauan debit air sungai.
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Curah hujan yang tinggi dalam sepekan terakhir membuat Polres Ngawi waspada akan datangnya bencana banjir.
Kapolres Ngawi AKBP Dwiasi Wiyatputera memerintahkan jajarannya untuk melakukan kesiapan dini. Di antaranya menyiapkan posko, memantau daerah rawan banjir, aliran sungai, dan debit air sungai. Khususnya debit air dua sungai yang melintasi wilayah Ngawi, yaitu Bengawan Solo dan Bengawan Madiun.
BACA JUGA:
- Dua Personel Polres Ngawi Wakili Polda Jatim di Kejuaraan Judo dan Beladiri Kapolri Cup 2026
- Jelang Musda ke-10, Pengurus DPD LDII Ngawi Perkuat Sinergi Kamtibmas dengan Polres
- Satresnarkoba Polres Ngawi Bekuk Pengedar Sabu, BB 223 Gram Disita
- Peringati Hardiknas, Perwira Polres Ngawi Jadi Pembina Upacara di 19 Sekolah
Orang nomor satu di Polres Ngawi tersebut juga meminta perahu karet disiagakan di posko bencana di daerah rawan banjir. Sekaligus peralatan dapur umum, sehingga sudah siap sewaktu-waktu dibutuhkan.
"Obat-obatan juga, semua siap," tegasnya.
Menurutnya, ada lima kecamatan di Kabupaten Ngawi yang masuk daerah rawan banjir karena berada di daerah aliran Sungai Madiun dan Bengawan Solo. Di antaranya Kecamatan Kwadungan, Ngawi Kota, Pitu, Karanganyar, dan Widodaren.
"Namun, sampai saat ini debit air sungai terpantau masih batas normal," tandasnya.
Terpisah, Kasatsamapta AKP Jumianto Nugroho membenarkan bahwa saat ini debit air Sungai Madiun dan Bengawan Solo terpantau dalam batas normal.
"Alhamdulillah, ketinggian air masih dalam batas normal. Di Jembatan Dungus, aliran sungai masih di tanda warna hijau. Semoga debit air tidak naik lagi dan tidak banjir," harap Jumianto saat memantau langsung di lapangan.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




