Selain rendemen dan produktivitas tebu yang meningkat, program makmur juga berdampak positif pada peningkatan kesejahteraan petani tebu. Pendapatan petani naik sekitar Rp 6,2 juta/Ha, dari Rp 25,3 juta/Ha menjadi 31,5 juta/Ha.
"Jika pendapatan petani tebu meningkat, maka petani akan semakin termotivasi untuk menanam komoditas tebu. Selain itu juga akan menarik minat generasi muda untuk mengoptimalkan potensi yang ada," jelasnya.
Melalui program ini, Petrokimia Gresik memberikan jaminan penyediaan pupuk nonsubsidi kepada petani tebu binaan PT PG Rajawali I, yang merupakan bagian dari Holding Pangan ID FOOD.
Tidak hanya itu, Petrokimia Gresik juga melakukan kawalan budi daya, mulai dari pengujian tanah melalui layanan mobil uji tanah, hingga penyediaan pestisida melalui anak perusahaan untuk pengendalian hama dan penyakit tanaman.









