Direktur RSUD Waru, Nanang Suyanto.
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - RSUD Waru, Pamekasan, kembali mendapat bagian dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT). Tahun ini, rumah sakit yang dipimpin Nanang Suyanto itu mendapatkan Rp3 miliar dari total Rp74,7 DBHCHT Pamekasan.
Ia berujar, pihaknya bakal memanfaatkan DBHCHT untuk pengadaan obat dan Bahan Habis Pakai (BHP). Lalu, RSUD Waru juga memperbaiki alat-alat kesehatan (alkes) yang rusak dan untuk kalibrasi guna meningkatkan kenyamanan pasien.
BACA JUGA:
- PT Jawara Salurkan BLT DBHCHT ke 366 Pekerja, Terbesar Kedua di Pamekasan Tahun Ini
- Pemkab Pamekasan Kembali Gelar Pelatihan Kerja Gratis dengan Anggaran Rp500 Juta dari DBHCHT 2025
- Peringati Hari Jadi ke-494, Pemkab Pamekasan Gelar Sepeda Santai
- Pemkab Pamekasan Alokasikan Bantuan untuk Buruh Tani Tembakau
“Untuk pengadaan obat dan Bahan Habis Pakai, seperti misalnya alkohol, betadine, haskun, masker, dan lain lain. Kemudian juga untuk biaya service alkes yang rusak, lalu untuk perbaikan alat dan untuk kalibrasi. Jadi ada empat peruntukannya,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (6/6/2022).
Nanang mengaku, DBHCHT yang diperoleh sangat bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan RSUD Waru. Ia berharap, pihaknya kembali mendapatkan alokasi anggaran tersebut pada tahun berikutnya.
“Yang sekarang karena terbatas, kami tidak dapat alkes tetapi dalam alokasi untuk obat lalu perbaikan alat sama kalibrasi. Untuk kemajuan dan peningkatan pelayanan, semoga tahun depan DBHCHT dapat tambahan, bahkan dalam perubahan anggaran keuangan RSUD Waru bisa dapat tambahan," pungkasnya. (dim/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




