A Muhaimin Iskandar. Foto: twitter
JAKARTA, BANGSAONLINE.com – Inilah pandangan Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi, tentang Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Pengamat politik itu menilai bahwa Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin) sudah terlalu lama memimpin Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Karena itu perlu diganti.
"Apalagi Cak Imin terindikasi terlibat atas sejumlah kasus, termasuk kasus 'kardus durian' yang sudah di KPK. Dan, jika KPK proses serius kasus 'kardus durian' itu, nasib PKB akan jadi taruhan," ujar Muslim Arbi kepada Kantor Berita Politik RMOL, Ahad (15/5).
BACA JUGA:
- Di Hadapan 6.351 Mahasantri Lirboyo, Mahfud MD Kupas Sejarah Konstitusi dan Kompromi Prismatik
- Mahfud MD dalam Haul Kiai Agung Rabah Pamekasan: Semoga Berkontribusi terhadap Kemajuan Indonesia
- Kader PKB Jatim Salurkan 1.055 Hewan Kurban ke Pesantren dan Warga
- DPC PKB Kota Probolinggo Jaring Aspirasi Warga Setiap Jumat
Cak Imin menjadi ketua PKB sejak Muktamar PKB di Semarang tahun 2005.
Lalu siapa yang pantas menggantikan Cak Imin? Ia mengusulkan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD.
Muslim Arbi yakin jika PKB dipimpin Mahfud MD, maka PKB akan bisa lebih kuat dan tambah besar. Mahfud diyakini bisa menggalang kembali kelompok Gusdurian untuk solid berada di PKB.
"Karena dilihat dari Ketum NU saat ini dipimpin oleh Yahya Staquf yang lebih dekat ke Gusdurian dan keluarganya," kata Muslim Arbi.
Alasan lain juga karena Mahfud MD lebih cocok berada di luar kabinet. Terutama karena belakangan sering melontarkan pernyataan kritis terhadap pemerintahan Jokowi. “Kan tidak elok Mahfud MD beroposisi, sementara mantan Ketua MK ini masih di pemerintahan,” katanya. (tim)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




