Gubernur Jatim Khofifah bersama Bupati Baddrut Tamam bersama para relawan dapur umum saat menyediakan makanan bagi warga yang terdampak banjir di Kabupaten Pamekasan.
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Banjir yang merendam Kota Pamekasan akibat intensitas hujan yang cukup tinggi, membuat warga yang terdampak sangat membutuhkan makanan juga baju serta selimut.
Keberadaan dapur umum sangat dibutuhkan dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat terdampak bencana banjir pada saat kejadian dan pasca kejadian.
BACA JUGA:
- Peringati Hari Lingkungan Hidup, Pemkab Pamekasan dan Medco Energi Tanam 370 Pohon di SGRP
- Mahfud MD dalam Haul Kiai Agung Rabah Pamekasan: Semoga Berkontribusi terhadap Kemajuan Indonesia
- Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila, Bupati Pamekasan Tegaskan Peran Indonesia Jaga Perdamaian Dunia
- Pemkab Pamekasan Kembali Raih WTP, Jadi Capaian yang ke-12
Salah satunya yakni pada keberadaan tim dapur umum saat terjadi bencana banjir di Kabupaten Pamekasan pada awal Maret kemarin yang tercatat sebagai banjir terbesar selama beberapa tahun terakhir ini.
Di bawah komando Dinas Sosial Kabupaten Pamekasan dan Camat Pamekasan Kota, semua bersinergi siang dan malam untuk memenuhi kebutuhan bantuan makanan pada sekitar 13.000 jiwa korban banjir di 2 kecamatan Bumi Gerbang Salam.
Jadi sudah sepatutnya, semua pihak beri apresiasi setinggi-tingginya untuk para relawan di dapur umum yang pagi siang malam menyiapkan nasi bungkus untuk korban. Di antaranya yakni TNI Polri, Tim Tagana, Tim Jaga Kota, Pramuka dan BP.13.28 Pamekasan, Mahapala Unira, dan Mastapala IAIN Madura. Lalu juga Adik Sispala Potre Koneng, Tim Rumah Zakat Surabaya, KSB Arek Lancor dan Brantas Pamekasan.
Camat Pamekasan, Rahmat Kurnadi Saroso mengaku sengaja selama ini telah menempatkan pusat dapur umum di Kantor Kecamatan Pamekasan Kota, agar mudah dijangkau dan menjangkau kawasan wilayah terdampak banjir pada kali ini.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




