Gubernur Khofifah Pastikan Vaksinasi di Jawa Timur Merata

Editor: Tim
Wartawan: Devi Fitri Afriyanti
Senin, 27 Desember 2021 14:06 WIB

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, saat meninjau vaksinasi.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - di Jawa Timur () dipastikan merata dan menyasar semua kalangan. Hal tersebut diungkapkan oleh Gubernur , Khofifah Indar Parawansa.

"Semua pihak memiliki hak mendapatkan vaksin, tanpa terkecuali. Pemerintah Provinsi (Pemprov) bakal terus melakukan pemerataan vaksin dengan menjangkau seluruh elemen agama dengan melangsungkan di rumah-rumah ibadah," ujarnya melalui keterangan tertulis yang diterima BANGSAONLINE.com, Senin (27/12). 

Program Covid-19 yang menyasar rumah ibadah ini dilakukan oleh Biro Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Provinsi , bekerja sama dengan organisasi kerukunan antarumat beragama maupun pondok pesantren untuk menciptakan kekebalan kelompok (herd immunity) di wilayah paling timur Pulau Jawa, itu.

Dalam setiap kesempatan, Khofifah bersama Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto, dan Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, memantau langsung jalannya Serbuan Vaksinasi Berbasis Pesantren. Seperti di Pondok Pesantren Tebu Ireng, Kabupaten Jombang, yang secara serentak pada akhir Agustus lalu.

“Targetnya, sebanyak 4.970 orang santri berusia 12-17 tahun dapat divaksin di hari yang sama. Mereka menerima vaksin Covid-19 dosis pertama jenis Sinovac,” kata Khofifah saat di Tebuireng.

Selain di sana, Covid-19 juga dilakukan pada 41 titik pesantren lainnya di Jawa Timur dengan total sasaran mencapai 37.149 orang. Bupati Jombang, Mundjidah Wahab, dan KH Abdul Hakim Mahfud selaku pengasuh Pondok Pesantren Tebu Ireng, ikut terlibat dalam agenda tersebut.

Pemprov menjangkau seluruh elemen dan agama di wilayahnya. Tak hanya di pesantren, Covid-19 juga menjangkau ke rumah ibadah lain guna mendukung percepatan dan memberikan pemerataan vaksin untuk semua kalangan, seperti di Hoo Tong Bio atau yang biasa disebut Kelenteng Banyuwangi.

Pemprov berkolaborasi dengan Polres Banyuwangi menggelar Covid-19 dengan 1.500 peserta. Kegiatan serupa juga berlangsung di Kelenteng Kwan Sing Bio, Tuban, dan diikuti lebih dari 2.000 orang pertengahan bulan lalu yang digelar Kodam V/Brawijaya melalui Kodim 0811 Tuban.

Selain itu, Khofifah juga meninjau pelaksanaan Covid-19 di gereja yang berlangsung door-to-door dan dilakukan bagi warga Papua yang tinggal di Kota Surabaya. Giat Covid-19 diselenggarakan di halaman Gereja Pantekosta di Indonesia (GPDl) Jemaat Lahai Roi di Keputih Tegal Timur, Surabaya.

"Semoga herd immunity bagi warga bisa segera tercapai. Untuk itu, peran tokoh agama dan tokoh masyarakat juga menjadi hal penting untuk mewujudkan harapan tersebut," ucap Khofifah.

Ia menegaskan, semua pihak mempunyai hak yang sama untuk mendapatkan vaksin tanpa memandang status sosial, suku, atau agama. Hal itu pula yang mendorong Gubernur untuk terus menjangkau seluruh lini di wilayahnya.

Dengan berbagai rangkaian layanan yang dilakukan oleh berbagai elemen, Khofifah berharap adanya dropping vaksin yang cukup. Keinginan itu diharapkan bisa memaksimalkan layanan Covid-19 di Jawa Timur.

“Ini juga berseiring dengan serbuan , gerai , door-to-door, dan seterusnya. Kalau ini mendapatkan kecukupan dropping vaksin, insyaAllah 300.000 per hari bisa kita wujudkan,” tuturnya.

Simak berita selengkapnya ...

1 2

 

Berita Terkait

Bangsaonline Video