Pedagang Srikaya Sumenep Panen Untung hingga Ratusan Juta Rupiah

Editor: NS/Revol
Wartawan: Faisal
Jumat, 27 Maret 2015 23:09 WIB

Yusuf Ismail, salah satu pembeli Srikaya. (Faisal/BANGSAONLINE)

SUMENEP (BangsaOnline) - Siapa sangka berdagang buah srikaya bisa meraup untung hingga jutaan rupiah. Saat musim srikaya seperti saat ini, buah berasa manis dan banyak bijinya itu mempunyai pembeli tersendiri, bahkan buah tersebut dikirim hingga keluar Madura.

DI tingkat eceran, untuk berdagang buah srikaya tidak perlu modal besar. Seperti yang dilakoni Iwan (35) salah satu pedagang srikaya asal Desa Tanah Merah, Kecamatan Saronggi. Hanya dengan Rp 5 juta bisa raup keuntungan sampai puluhan juta dalam waktu sebulan.

”Kalau pembeli lagi ramai untuk mendapatkan keuntungan sampai Rp 2 juta tidak terlalu sulit, cukup berjualan sehari penuh penghasilan sebanyak itu bisa dicapai. Tapi sebaliknya, jika pembeli lagi sepi dagangan dengan modal Rp 5 juta bisa sampai satu minggu lakunya,” kata Iwan.

Pria yang sering berjualan buah srikaya di pinggir jalan raya Sumenep-Pamekasan tepatnya di Kecamatan Bluto itu mengaku dalam menjalankan bisnisnya tidak hanya dilakukan sendirian. Melainkan dilakukan dengan istri tercintanya.

Dikatakan, dalam memasarkan buah srikaya yang banyak tumbuh di kampung halamannya itu tidak cukup dijual di lapaknya saja, melainkan juga dipasarkan beberapa pasar yang ada di Surabaya. Bahkan buah srikaya yang dihasilkan petani Sumenep, juga dipasarkan hingga ke Jawa Tengah, maupun ke Ke Jakarta.

”Peminat buah srikaya kan tidak hanya orang Sumenep saja, melainkan orang luar Sumenep juga, makanya pasarannya luas,” beber dia.

Untuk mendapatkan buah srikaya, pedagang buah khas tersebut tidak perlu repot-repot mencarinya hingga ke tegalan. Pedagang cukup menyediakan uang untuk membeli buah srikaya, yang baru dipetik dari kebunnya, karena setiap hari petani akan memetik buah srikaya yang ada di kebunnya.

Selain di daerah, buah srikaya juga dipasarkan keluar pulau Madura, seperti Surabaya, Yogyakarta, Jakarta dan Kalimantan. Bahkan ketika musim srikaya tiba, permintaan buah srikaya juga datang dari Bali dan Banjarmasin. Buah srikaya yang dihasilkan petani Sumenep, hampir merambah ke seluruh pasar di Indonesia.

”Dalam setiap tahunnya, permintaan buah srikaya terus mengalami peningkatan, tapi untuk pengiriman yang ke luar Madura biasanya dilayani pedagang bermodal besar. Untungnyapun jangan ditanya, pasti mencapai ratusan juta,” tegas Iwan.

Disinggung mengenai harga buah srikaya dari petani, Iwan mengaku juga dibeli dengan harga yang layak, Rp 180.000 sekeranjang besar isi 150 buah srikaya. Oleh pedagang buah tersebut dipilah dulu sebelum dijual lagi ke konsumen, sehingga harganya bervariasi sesuai isi dan ukuran buah itu sendiri.

Untuk satu keranjang isi 100 biji, pedagang buah srikaya akan melepasnya dengan harga Rp 250-300 ribu pada konsumen. Sedang satu yang isinya hanya 50 biji, akan dilepas dengan harga Rp 150-200 ribu, semua itu tergantung kwalitas serta besar kecilnya buah dalam keranjang.