Gandeng Pemkot Kediri, BI Gelar Workshop Digitalisasi UMKM dan Barista Coffee Competition

Editor: Nur Syaifudin
Wartawan: Muji Harjita
Sabtu, 27 November 2021 10:03 WIB

Wihujeng Ayu Rengganis, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kediri di acara Harmoni Fair bersama peserta Workshop Digitalisasi UMKM. Foto: Ist.

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Puluhan pengusaha UMKM di eks-Karesidenan Kediri dan Madiun mengikuti Workshop Digitalisasi UMKM yang berlangsung di Atrium (Ketos) Kota Kediri, Jumat (26/11).

Workshop tersebut diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Kediri bekerja sama dengan Pemerintah Kota Kediri. Workshop ini merupakan rangkaian pameran Harmoni Fair yang diikuti pengusaha UMKM dari Kota Kediri dan luar daerah.

Wihujeng Ayu Rengganis, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Kediri, mengatakan bahwa Workshop Digitalisasi UMKM diisi dengan materi mengenai Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) dan Sistem Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan (Si APIK).

Menurutnya, pelaku UMKM merupakan salah satu pilar penyokong pemulihan ekonomi nasional.

"Dalam rangka mendorong pemulihan ekonomi dan mengakomodasi efisiensi pada transaksi pembayaran, maka Bank Indonesia bersama Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) mengimplementasikan inovasi QRIS sejak tahun 2019 untuk memudahkan masyarakat melakukan transaksi secara non tunai," katanya.

Ia mengatakan, QRIS bukanlah aplikasi baru, tapi merupakan standarisasi kode QR pembayaran agar dapat digunakan oleh berbagai aplikasi. Pembayaran menggunakan QRIS dilakukan melalui aplikasi dompet digital dan mobile banking di handphone masing-masing dengan memindai (scan) kode QR pembayaran berlogo QRIS. Keunggulan QRIS bagi UMKM antara lain setiap transaksi otomatis dananya akan masuk ke akun rekening saat mendaftar di awal, dan tercatat.

"Sehingga transaksi menjadi lebih cepat, mudah, murah, aman, dan handal. Histori transaksinya bisa dimanfaatkan oleh UMKM untuk mengajukan pinjaman kepada bank. Untuk mendaftar sebagai merchant QRIS, pelaku UMKM dapat mengirimkan fotokopi KTP, alamat usaha, identitas pribadi, serta foto tempat usaha kepada Penyelenggara Jasa Pembayaran (PJP) perbankan maupun non-bank," tambah Wihujeng.

Simak berita selengkapnya ...

1 2

 

Berita Terkait

Bangsaonline Video