Tundukkan Parlemen, Biden Kalah dengan Presiden RI, Trump Kalah dengan Lirikan Mata Luhut

Editor: mma
Kamis, 18 November 2021 10:44 WIB

Dahlan Iskan

Pertemuan virtual Xi Jinping - sejak menjelang pukul sembilan hingga menjelang pukul satu siang kemarin saya ikuti lewat portal kantor berita Tiongkok, Xinhuanet -- Pak DI mungkin dari portal NYT atau Washington Post. Saya mengikutinya sambil tiap beberapa saat sahut-sahutan dg Lay & the gangs. Benar yg ditulis Pak DI, tak ada pembicaraan tentang krisis semikonduktor. Bahkan, soal ekonomi saja tak dibicarakan secara eksplisit. Memang pertemuan itu tidak disiarkan secara live oleh CGTV -- hanya sesekali reporternya mewartakan isi pembicaraan kedua pemimpin negara tsb. Tetapi sepertinya apa yg diberitakan Xinhuanet relatif cukup menggambarkan apa yg dibicarakan kedua kepala negara tsb, meski tidak sampai ke detilnya. Xi, misalnya, ingin agar hubungan Tiongkok-Amerika stabil; ingin agar Biden menunjukkan kepemimpinan politik yg rasional dlm kebijakan Amerika terhadap Tiongkok; menekankan pentingnya saling menghormati dan kerjasama yg saling menguntungkan; juga minta agar Amerika mengambil langkah konkrit agar tak ada "perang dingin baru". Sementara Biden menyatakan bahwa tak ada niatan Amerika untuk berkonflik dengan Tiongkok. Juga bahwa Amerika sama sekali tidak mendukung kemerdekaan Taiwan. Kedua pemimpin juga sepakat mengundang komunitas internasional untuk turut serta dalam melindungi energi global. Juga sepakat bahwa multilateralisme tidak akan lengkap tanpa melibatkan Tiongkok dan Amerika.

Kined Kined

Iya Prof. Trio Adiono dari ITB. Beliau pakar desain chip. Cuma sayangnya belum ada investor yang tertarik untuk kerjasama dengan beliau mengembangkan industri chip semikonduktor di Indonesia.

Akhirnya Abah nulis tentang krisis chip, walaupun sudah telat 2 bulan. Krisis ini sudah dimulai 2 bulan lalu bersamaan dengan krisis energi Tiongkok. Saya yang bekerja di industri manufaktur berat sangat merasakan krisis ini, harga barang naik, pengiriman molor. Saya dulu pernah mengunjungi pabrik chip di Tiongkok ketika masih tinggal di Tiongkok. Pabriknya sangat luas sekali, lebih luas daripada pabrik mobil. Ruangan untuk membuat chip lebih steril daripada ruang operasi rumah sakit. Ribuan chip dibuat dalam tiap detik selama 24 jam tanpa henti. Tidak hanya butuh air tetapi juga butuh berton-ton bahan kimia dan gas. Listrik yang dibutuhkan pastinya juga sangat besar sekali.

SDM kita belum ada. SDM kita kebanyakan ngurusin politik daripada teknologi. Chip itu industri yang padat modal dan butuh SDM yang menguasai teknologi.

Juve Zhang

Jin Ping : halo grandpa Biden , how Jiu Bu Jian, sehat sehat saja?kami punya pabrik segala ada siap ekspor ke Amerika, berapa pun yg diminta , apapun ada. PALUGADA. Grandpa Biden : halo Om Jinping, kirim saja apa saja ,kami punya satu satunya pabrik hebat : Percetakan Dolar . 10 triliun dolar setahun. PALUGADA .

Anak Alay .

wah elo hebat Wor , elo pasti tukang insinyur yak . .. . klo gua dolo pernah jadi tukang mbantu angkat² , ada tabung² warna putih puanjang nyang musti diangkat dengan hati² , gua nanyak ini apa'an ? katanya filter RO , trus gua googling dech . .. . air diukur murni tidaknya nya pakék conductivity meter kayak alat buat hidroponik gituh , tapi nyang ini canggih banget . .. .

distilled water itu diproses dengan distillation ato penyulingan , cumak bisa buat air accu battery Wor , tdk cukup murni buat industri semiconductor . .. . dari googling gua taunya air diproses dihilangkan mineralnya dengan proses ion exchange , setelah itu disaring dengan filter ceramic nyang disebut Reverse Osmosis , ber'kali² sampai murni bahkan pipa²nya ndak boleh paké metal , krena metal larut dalam UPW ultra pure water , pake pipa plastik khusus material pvdf nyang innert.

air ultrapure jugak dipakai sebagai pendingin dan etching media , pas grafir silicon ituh kayak direndem air gituh prosesnya , jangan bayangin apa ndak nyetrum ? itu air murni banget konduktivitasnya hampir gak ada

industri chip ato kerennya industri semiconductor kagak kayak pabrik barang elektronik boss , ituh jenis proses paling ruwet di dunia industri . .. . material paling dominan nyang dipakai ituh silicon , tiap lapisan silicon musti kayak digrafir gituh pakai bahan kimia dan bahan lain trus harus dicuci pakai air ultrapure nyang bebas kontaminan , air nyerap pengotor harus diganti baru terus

wkwkwkwk . .. . beda generasi beda idola boss ciwik² sekarang histeris klo liat cowok cantik pakai lipstik , cowok jalanan kayak gua kagak dilirik . .. . nyang hidup di'jalan kangen jamannya Mbah Mars , gua googling idola'nya Ali Topan , Lupus ato klo pilem barat Rambo , Duncan Macleod sosok maskulin , bukan nyang nggilani kinyis² melambai

padas gempal

Alasan lain pipa-pipanya gak boleh pakai "Metal" agar mereka gak headbanging, Lay...

Dacoll Bns

untuk 'mencuci' wafernya ,pak. Wafer itu seperti cetakan, satu Wafer chip isinya bisa beberapa chip, tergantung ukuran. Air murni kadar mineralnya rendah jadi bisa dipakai untuk 'mencuci' wafer tersebut, barang elektronik bisa dicuci kok pak, asal setelah itu benar2 dikeringkan sebelum dicolokkan ke listrik. Saya dulu bahkan sering nyuci PCB pakai air buat bersihkan sisa solderan.

Amat

Ada 23 kata "chip" di tulisan Abah. Tiga belas "chip" ditik miring, sepuluh "chip" tidak. Tidak konsisten. Capek ya, Bah, menjadikan miring sesuai EBI. Bisa juga mau cepat selesai. Wkwkwkwk

Liam

hikmah nya ; dalam teknologi tak bisa ujug-ujug jadi, tetap harus melalui proses R&D bahkan untuk Amerika yang sangat sudah maju sekalipun. Anologi fav saya : Singkong saja yang stek nya cuma butuh ditancapkan ke tanah subur , anda butuh menunggu paking ngga 6 -8 bulan untuk panen. Apalagi teknologi yang rumit. Jika tidak menguasai ilmunya ,lah kok mengharap ujuq-ujuq bisa dan menjadi.

Lbs

Sebenarnya ada perasaan kurang suka terhadap Korsel. Bukan Korsel tapi K-Popnya. Bukan. Tapi idol K-Popnya. Tapi bukan juga, tepatnya idol K-Popnya yg cowok. Bahkan cendrung jijik melihat penampilan mereka. Sekalian sj kayak Thailand, indah diliat walau berbatang. Asal kita tdk tahu. Tapi sy mengagumi kemampuan mereka dalam penguasaan teknologi. Masalah chip ini misalnya. Samsung sudah mulai membuat chip 5 nm. Bandingkan dg intel yg masih berjuang memproduksi chip 7 nm. Lebih jauh lagi tahun 2022 Samsung berencana mulai membuat chip 3 nm. Adalagi selain chip. Google batal mengembangkan ponsel layar lipat. Yg rencananya rilis akhir tahun 2021 ini. Google menyerah pada Samsung yg sudah merilis hp layar lipat sejak 2019. Dan sudah sangat maju. Kamera depan tersembunyi d bawah layar. Apple sendiri akan merilis hp layar lipat tahun 2023. Jauh tertinggal dari Samsung. Intel, Google dan Apple yg Amerika sj tdk berdaya bersaing dg teknologi Samsung yg Kosel. Jadi kejengkelan saya melihat idol K-Popnya yg cowok berubah menjadi kagum jika mengingat kehebatan penguasaan teknologinya...

Liam

dulu saya sempat kerja di Taiwan sebagai operator mesin pembuat kabel. Cuma bisa ngiri sama teman TKI yang kerja di pabrik chip di Hsin Cu, jika gaji kami sekitar 20.000 NTS (tahun 1999) . Gaji mereka bisa tembus 60.000. Angpao nya tiap imlek apalagi.

Mirza Mirwan

Wuuiih...baru jam segini sdh 210 komentar. Gak tahu seberapa banyak komentar yg bahas chip sesuai konteks tulisan, soalnya pagi tadi banyak yg mengaitkan dengan chip keripik dan chips serial tv yg dibintang Erick estrada dan Larry Wilcox dulu -- bahkan juga Warkop DKI. Jujur, saat SMA dulu saya lemah dalam pelajaran fisika. Itu terjadi berkat jasa guru saya saat kelas satu. Pak Dj, inisialnya. Rumahnya tak jauh dari sekolah saya. Di rumah isteri beliau buka toko. Pak Dj itu, nuwun sewu, bicaranya agak sengau (tapi bukan bindeng). Jadi kalau Merangin gak jelas. Udah gitu tiap ngajar pasti ngasih PR, tapi hasil kerja murid gak pernah dikasihkan, seperti guru lain. Rumor yg berkembang, Pak Dj ngasih PR cuma untuk ngumpulin kertas buat dijual isterinya. Seorang teman, Dardiri namanya, bilang ia tak pernah ngerjain PR: hanya numpuk kertas berisi soal yg ditulis ganda (jawabannya ya seperti pertanyaannya). Dan saya ikut-ikutan. Lumayan, di rapor dapat nilai 6. Maka murid macam saya dan Dardiri ogah masuk IPA (dulu Pas-Pal) waktu kelas dua. Dengan latar belakang itulah masalah semi konduktor itu saya tetep nggak ngeh meski membaca apa itu semikonduktor di Encyclopedia Britannica berulang-ulsng sampai kepala ngebul. Tetapi ketika membaca tulisan Pak DI bahwa 50% kebutuhan "chip" dunia dipasok dari Taiwan, saya malah maklum. Lha wong TSMC yg memproduksi semikonduktor itu pabriknya berceceran di belahan barat Taiwan, dari Utara sampai selatan. Kayaknya ada 20-an pabrik. Yang paling banyak di kota dan kabupaten Hsinchu. Kalau gak percaya, buktikan sendiri ke sana. Kalau punya cukup waktu dan uang, tentu saja.

Disway99 Reader

ukuran chip umumnya sebesar 1x1mm, ada yg lebih kecil atau lebih besar tergantung fungsinya. Chip yg dipakai di hp atau alat elektronik biasanya sudah dalam bentuk IC (Integrated Circuit). Bisa ada 1 atau beberapa chip dalam 1 IC.

Leong Putu

Kalau topiknya berkaitan dengan IT, saya nyerah. Saya gak paham. Saya tidak bisa pura pura paham. Apalagi soal Chip. Saya coba googling, ingin tahu bentuknya. Walaaah...biasa saja. Tidak seperti desain ibu kota baru. Dan saya cuma mengerti tiga macam Chip : 1. inChip inChip bibir : C*p*k*n. 2.. inChip inChip makanan teman : Celamitan 3. inChip inChip wanita : Don ju an. Lupakan saja. Jelas tidak bermanfaat.

Komentator Spesialis

Di bidang teknologi chip, Indonesia tak masuk radar. ASEAN 5 selain Indonesia + Vietnam. Anda lebih tahu siapa saja ASEAN five itu. Indonesia pernah punya beberapa pabrik IC. Seperti Astra Microtronics di Batam, NEC dan Panasonic Semicon yang sudah dilego ke UTAC Manufacturing. Yang terakhir ini masih ada, produksi SIM card khususnya. Investor ogah masuk ke Indonesia. Pertama, tidak ada dukungan pemerintah khususnya dalam hal moratorium pajak dll. Vietnam misalnya bisa ngasih sampai 30 tahun. duh. Kedua, supply chain yang jauh dari pusatnya di Singapura until ASEAN. Ketiga, pasokan listrik yang tidak terlalu stabil. Keempat, sumber daya manusia. Industri chip bisa menghasilkan puluhan milyar dollar pendapatan. Karena padat modal dan teknologi, serta resiko tinggi, perusahaan lokal juga ogah investasi di sektor ini. Mending tanam sawit. Tenag hutan kayunya bisa dijual, taman sawit pasti menghasilkan tinggal tidur pemasukan lancar.

 

Berita Terkait

Bangsaonline Video