Pererat Persatuan dan Kesatuan, Gubernur Khofifah Napak Tilas Persaudaraan Sejati Amanat Gus Dur

Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Tim
Minggu, 07 November 2021 19:22 WIB

Gubernur Khofifah saat menghadiri Napak Tilas Persaudaraan Sejati dan Penyerahan Bantuan Alat Musik di Majelis Agung Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Malang, Sabtu (6/11).

MALANG, BANGSAONLINE.com - Gubernur Jawa Timur mengajak semua umat lintas agama untuk terus menjaga keberagaman (pluralisme) sebagai social capital dalam bingkai persatuan di antara umat beragama lainnya di Jatim dan Indonesia pada umumnya.

Menurutnya, menjaga dan saling menghormati perbedaan menjadi salah satu cara dalam mencegah terjadinya perpecahan yang dapat mengganggu persaudaraan dan persatuan antar berbagai agama, suku, ras, dan budaya yang ada di Indonesia.

"Sudah selayaknya para pemimpin mengupayakan persatuan atas berbagai perbedaan. Mulai perbedaan cara pandang, strata sosial ekonomi, agama, suku, ras, tradisi, budaya serta antar golongan," ungkap Gubernur Khofifah saat menghadiri Napak Tilas Persaudaraan Sejati dan Penyerahan Bantuan Alat Musik di Majelis Agung Kristen Jawi Wetan () Malang, Sabtu (6/11).

"Ini semua harus kita jaga sebagai pilar menjaga keutuhan NKRI serta mewujudkan suasana damai penuh ketenangan, kerukunan serta untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat. Tanpa ketenangan dan kerukunan, sektor kehidupan lain sulit berjalan dengan baik dan produktif," sambungnya.

Khofifah berharap, kehadirannya di Malang dalam acara Napak Tilas Persaudaraan Sejati itu dapat memiliki resonansi kuat seiring dengan gagasan besar yang telah diletakkan oleh Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid ().

Dialog lintas agama menurutnya menjadi bagian penting untuk menemukenali ekosistem yang satu dengan yang lainnya dengan saling memahami (mutual understanding) , saling menghormati (mutual respect ) dan saling mempercayai (mutual trust). Maka, pertemuan pemikiran, pertemuan dalam program menjadi bagian penting untuk mempertemukan banyak sektor kehidupan sosial keagamaan lainnya.

"Program-program bagi milenial baik sektor transformasi digital, UMKM, ketenagakerjaan dan sebagainya bisa saling kita sinergikan. Jika dimulai dari kaum muda, maka persaudaraan sejati sangat strategis karena mereka yang akan melanjutkan estafeta kepemimpinan," ungkapnya.

Sebagai sosok yang selalu berusaha menjaga toleransi, moderasi dan persaudaraan antar umat beragama, pandangan Gubernur Jatim itu berseiring dengan konsep yang digagas Presiden RI ke-4 sejak 1970-an yang terus menjaga persaudaraan antar umat salah satunya dilakukan di Malang. secara kontinyu hadir satu bulan sekali dan menjadi dosen tamu bagi para calon pendeta di Malang mulai tahun 1974-1978.

Konsep tersebut, lanjutnya, dikenal sebagai Persaudaraan Sejati. Di mana, pada saat itu meletakkan soal pentingnya ikatan persaudaraan di antara umat beragama di Indonesia dengan mengambil posisi di Jawa Timur.

“Persaudaraan sejati adalah suatu proses kesadaran dan keterbukaan, bahwa kita merupakan satu keluarga besar warga bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," jelas Khofifah.

Sehubungan dengan upaya mempererat masyarakat yang heterogen, gubernur perempuan pertama di Jatim itu mengimbau agar tokoh-tokoh pemuka agama, dapat meningkatkan peran sebagai agen perdamaian agar kerukunan antar umat beragama dapat senantiasa terjaga.

Ia mengimbau agar masyarakat juga memegang teguh falsahah Bhinneka Tunggal Ika sebagai prinsip hidup berdampingan secara damai di antara keberagaman, di mana meski berbeda-beda, semuanya tetap satu NKRI.

Simak berita selengkapnya ...

1 2

 

Berita Terkait

Bangsaonline Video