Kiai Muhibbin Sayangkan Adanya Usaha untuk Halangi PCNU Surabaya Jadi Peserta Muktamar NU ke-34

Editor: Redaksi
Wartawan: Yudi Arianto
Jumat, 22 Oktober 2021 01:45 WIB

PCNU Kota Surabaya saat menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus Tasyakuran Hari Santri Nasional 2021, di kantor PCNU setempat, Kamis (21/10) malam. foto: YUDI A/BANGSAONLINE

Keluarga Besar Nahdlatul Ulama Surabaya menyatakan sikap sebagai berikut:

1. Menyayangkan adanya usaha untuk menghalangi PCNU Kota Surabaya di dalam kepesertaan ke-34.

2. Hal itu dapat dilihat dari upaya sistematis dari oknum-oknum di PWNU Jawa Timur dan PBNU untuk menghambat SK Pengesahan kepengurusan PCNU Kota Surabaya hasil konferensi yang diselenggarakan oleh Caretaker pada tanggal 06 Maret 2021. Padahal seluruh prosesnya sudah sesuai dengan AD/ART NU dan Peraturan lain yang berlaku.

3. Suara Ulama NU di Surabaya terkait ke-34 tidak bisa diwakili sepenuhnya oleh PWNU Jawa Timur.

4. Menyerahkan sepenuhnya kepada Ahlul Halli Wal Aqdi untuk menentukan kepemimpinan di PBNU masa khidmat 2021-2026.

Dalam hal ini, kami mempercayakan kepada Hadlratul Masyayikh berikut untuk berkenan menjadi Ahlul Halli Wal Aqdi:

a. KH. A. Mustofa Bisri (Rembang).

b. Prof. DR. KH. Ma'ruf Amin (Banten).

c. Al-Habib Lutfi bin Yahya (Pekalongan).

d. KH. Dimyati Rois (Jawa Tengah).

e. KH. Mas Mansur Thalhach (Sidosermo, Surabaya).

f. KH. Masduqi bin Abdul Ghoni (Rangkah, Surabaya).

g. KH. Nurul Huda Jazuli (Ploso).

h. KH. Anwar Mansur (Lirboyo).

i. Tuan Guru Turmudi Badruddin (Lombok, NTB).

 

Berita Terkait

Bangsaonline Video