Kematian Covid-19 Terendah Selama Pandemi di Jatim, Khofifah Apresiasi Seluruh Pihak

Editor: Rohman
Wartawan: Tim
Minggu, 10 Oktober 2021 11:06 WIB

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Berbagai upaya dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) (Jatim) untuk mencegah penyebaran Covid-19, termasuk menekan jumlah kematian di wilayah paling timur Pulau Jawa itu.

Berdasarkan data Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim, per hari Jumat (8/10), jumlah penambahan kematian di Jatim mencapai angka terendah selama pandemi yakni sebanyak 7 kasus, kemudian pada Sabtu (9/10) tercatat 8 kasus.

Total penambahan tersebut berasal dari Kota Batu, Kota Surabaya, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Jember, Kabupaten Malang, Kota Blitar, Kabupaten Ponorogo, dan Kabupaten Nganjuk, setiap kabupaten/kota itu terdapat 1 kasus kematian. Sedangkan untuk 30 kabupaten/kota lainnya di Jatim tercatat sebanyak 0 kasus kematian Covid-19, artinya sudah 78,95 persen daerah di Jatim terdapat nol kasus kematian hari ini.

“Terima kasih atas kerja keras dari para nakes, bupati/wali kota, forkopimda, dan semua pihak. Dalam dua hari terahir Jumat dan Sabtu tanggal 8 dan 9 Oktober 2021, jumlah penambahan kematian di Jatim mencapai 7 dan 8 kasus.

Sebelumnya jumlah penambahan kasus kematian terendah 10-15 orang. Alhamdulillah, dua hari ini tercatat di bawah 10 kasus dan merupakan kasus dengan jumlah penambahan kematian terendah selama pandemi,” kata Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, Sabtu (9/10) malam.

“Alhamdulillah, 30 kabupaten/kota di Jatim tercatat 0 (nol) penambahan kasus kematian. Artinya ada sebanyak 78,95 persen daerah di Jatim yang tidak ada penambahan kasus kematian karena Covid-19,” tuturnya menambahkan.

Ia memaparkan, terdapat beberapa hal yang membuat bertambah rendahnya kematian di wilayahnya, yakni terdapat kemampuan respon yang adequate. Respon ini dibagi tiga yaitu kapasitas tracing yang cukup, ditunjang jumlah testing yang memadai mencapai 170 ribu per minggu, serta positivity rate yang rendah mencapai 0,49 persen/minggu.

“Dampaknya kasus-kasus terkonfirmasi positif bisa ditemukan lebih awal, sehingga isolasi bisa cepat dilakukan, dan kemungkinan kasus-kasus menyebar pada orang berisiko tinggi bisa dihambat. Dengan demikian kematian bisa ditekan,” paparnya.

Simak berita selengkapnya ...

1 2

 

Berita Terkait

Bangsaonline Video