Petani Bojonegoro Keluhkan Harga dan Langkanya Pupuk

Editor: Revol
Wartawan: Eky Nurhadi
Selasa, 17 Maret 2015 16:56 WIB

LANGKA: Salah satu petani di Simorejo, Kanor usai memupuk tanaman padinya. Pupuk di Bojonegoro langka, selain itu kios menjual diatas HET. Foto: Eky Nurhadi/BangsaOnline.com

BOJONEGORO (BangsaOnline) - Para petani disejumlah wilayah di Kabupaten Bojonegoro mengaku kesulitan untuk mendapatkan pupuk dari kios atau kelompok tani yang ada. Hal itu disebabkan karena telatnya pendistribusian pupuk dari pusat maupun Jawa Timur. Para petani akan melakukan pemupukan tanaman padinya pada tanam kedua di awal musim tahun 2015 ini.

Salah satu petani di Desa Banjarejo, Kecamatan/Kota Bojonegoro, Hasim mengaku kesulitan mendapatkan pupuk, ia juga sudah mendatangi kios pupuk di kelompok taninya, namun stok pupuk sedang kosong. Sehingga ia harus menelentarkan tanaman padinya untuk tidak terpupuk.

"Sulit sekali mendapatkan pupuk, uangnya ada tapi barangnya tidak ada," jelasnya, Selasa (17/3/2015).

Petani lain, Sutikno warga Desa Simorejo, Kecamatan Kanor, Bojonegoro sebelumnya juga mengaku kesulitan untuk mendapatkan pupuk, meski saat ini ia sudah mendapatkan pupuk bersubsidi dari kios lokal di daerahnya tetapi harga lumayan tinggi. Ia membeli dua jenis pupuk, yakni jenis Urea Rp97.000, padahal Harga Eceran Tertinggi (HET) hanya Rp 90.000. Sedangkan jenis SP 36 dia membeli seharga Rp115.000, padahal HETnya senilai Rp100.000.

"Ya mau bagaimana lagi, meski harganya mahal ya tetap dibeli. Karena petani membutuhkan untuk memupuk padi," katanya.

Simak berita selengkapnya ...

1 2

 

 Tag:   pertanian

Berita Terkait

Bangsaonline Video