Kantor Diskoperindag Tuban Diobok-obok Pencuri, Pelaku Terekam CCTV Gondol Laptop dan HP

Editor: Revol Afkar
Wartawan: Gunawan Wihandono
Rabu, 22 September 2021 17:42 WIB

Kapolsek Tuban Kota, AKP Geng Wahono turun langsung ke lokasi untuk meninjau TKP.

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Seorang pencuri mengacak-acak salah satu ruangan Kantor Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Tuban. Aksi pencurian yang terjadi Rabu (22/9) siang itu terekam kamera CCTV yang terpasang di berbagai sudut kantor.

Dari rekaman CCTV terlihat seorang pria bertopi dan memakai tas ransel di punggungnya masuk ke salah satu ruangan diskoperindag. Lalu mengambil sebuah laptop dan handphone milik pegawai yang berada di atas meja.

"Kejadian pencurian ini memang tidak kita sangka-sangka karena terjadi saat jam istirahat dan kondisi ruangan sedang kosong," ujar Kepala Diskoperindag Tuban, Agus Wijaya saat dikonfirmasi BANGSAONLINE.com, Rabu (22/9/2021).

Mantan Kabag Humas Pemkab Tuban ini mengungkapkan, bahwa pelaku memasuki kantor dengan menyamar sebagai penjual madu. Petugas resepsionis sebenarnya sudah meminta pelaku untuk keluar dan datang kembali saat jam kerja.

Namun, pelaku justru memutar dan kembali memasuki kantor lewat pintu belakang. Setelah berhasil masuk, pelaku menuju satu ruangan yang kosong karena ditinggal para pegawai beristirahat.

Karena kondisi ruangan sedang kosong, pelaku dengan leluasa mengambil barang berharga yang ditinggal pemiliknya. Sejumlah barang berharga yang dilaporkan raib adalah sebuah laptop dan handphone milik pegawai.

Berdasarkan rekaman CCTV, pelaku juga tampak membuka satu per satu tas milik pegawai yang ditinggal istirahat.

"Sebetulnya kita sudah antisipasi, saat masuk ruangan induk sudah tidak semua bisa masuk dengan mudah," tutur Agus.

Sementara itu, Kapolsek Tuban Kota, AKP Geng Wahono membenarkan telah terjadi aksi pencurian di Kantor Diskoperindag Tuban. Saat ini pihaknya telah melakukan penyelidikan dan meminta keterangan dari sejumlah saksi.

"Kita masih melakukan penyelidikan. Motifnya, pelaku menyamar sebagai penjual madu, dan sepertinya pelaku ini sudah mengenali wilayah, sehingga memutar lewat belakang," ujarnya.

Ia mengaku sudah mengantongi ciri-ciri pelaku berdasarkan rekaman CCTV yang terpasang di sekitar kantor. "Atas kejadian tersebut kerugian ditaksir sekitar Rp 10 juta," katanya.

Pihaknya mengimbau seluruh instansi dan karyawan supaya lebih waspada dan tidak meninggalkan barang-barang berharga pada saat jam istirahat. (gun/rev)

VIDEO TERKAIT