Kunjungi Pelajar SMP Korban Pelecehan Seksual, Gus Barra: Ini Harus Menjadi Keprihatinan Semua Pihak

Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Rochmad Aris
Selasa, 21 September 2021 21:31 WIB

Gus Barra bersama Ning Hana - sapaan Ketua Penggerak PKK, tak kuasa menahan air mata saat berkunjung ke rumah korban.

MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Wakil Bupati (Wabup) Mojokerto H Muhammad Al Barra (Gus Barra) melakukan kunjungan langsung ke rumah kediaman PD (15), seorang pelajar putri SMP yang menjadi korban pelecehan seksual, pada 3 April 2021 lalu.

Dalam kunjungannya itu, Gus Barra didampingi oleh Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Mojokerto Shofiya Hanak Lc, menyerahkan bantuan berupa 100 kg beras atau 10 karung beras dan uang tunai, Selasa (21/9/2021).

Gus Barra sempat terharu hingga meneteskan air mata melihat kondisi korban pelecehan seksual baik dari segi fisik maupun kondisi rumahnya. PD tinggal bersama neneknya di rumah yang berstatus tanah ganjaran di Desa Sumbersono, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto.

Gus Barra juga memberikan jaminan penuh pada pemulihan korban dari trauma, rasa malu, serta rasa takut. Untuk itu, ia secepatnya memindahkannya ke rumah kontrakan yang lebih layak di wilayah lain. Menurutnya, aspek pemulihan dan penanganan mental sangat penting dan merupakan langkah krusial.

Sambil terus mengusap air matanya, dengan lantang Gus Barra mengatakan bahwa kasus tersebut harus menjadi keprihatinan semua pihak, baik seluruh pemegang pucuk pimpinan di Kabupaten Mojokerto, dan masyarakat umum lainnya.

“Ini harus menjadi keprihatinan kita semua, bukan hanya pucuk pimpinan yang punya kebijakan di Kabupaten Mojokerto saja, tapi semua masyarakat turut andil untuk kemudian mengawal jika terjadi hal hal seperti ini, memberikan perlindungan dan keamanan,” tandas Gus Barra.

“Bagaimana kita tidak terganggu jiwa kita, nurani kita, ketika ada masyarakat kita yang mengalami kondisi seperti ini. Makan saja susah, mencari kehidupan untuk besok saja susah, tidur pun tidak layak, rumah tidak layak, dan ditambah lagi mengalami guncangan psikis akibat pelecehan seksual. Kalau kita yang berada di picuk pimpinan kabupaten tidak memberikan layanan, terus siapa lagi yang memberikan layanan kepada Mbak PD dan keluarganya,” ungkap Gus Barra dengan mata berkaca-kaca.

Dari kecil, PD memang sudah ditinggal kedua orang tuanya. Dia hanya tinggal bersama neneknya sejak bayi. PD sebenarnya punya seorang kakak, namun jarang bertemu karena bekerja.

“Kunjungan saya ke sini, pertama memberikan bantuan uang tunai dan beras 10 karung. Ini saya berharap segera dipindah ke kontrakan yang lebih representatif, lebih layak, lebih aman. Nanti kalau memang kesulitan dalam pembiayaan kontrakan, nanti saya sendiri yang bayar,” ucap Putra dari KH Asep Saifuddin Chalim, Pengasuh Ponpes Amanatul Ummah Pacet Mojokerto itu.

Gus Barra pun akan terus memantau kondisi PD. Jika nanti butuh persalinan, dirinya akan berkoordinasi dengan pihak rumah sakit daerah yang ada di Kabupaten Mojokerto.

“Alhamdulillah sudah ada penanganan dari bidan untuk setiap harinya memeriksa kandungan dan sudah ada juga bantuan-bantuan dari pemerintah, jadi kita ingin semuanya tertangani,” kata Gus Barra.

Untuk perkembangan hukum, Gus Barra mengaku akan berkoordinasi dengan penegak hukum agar nantinya PD mendapatkan keadilan.

“Pelakunya juga harus mempertanggungjawabkan perbuatannya, tidak mungkinlah mereka melakukan kejahatan seperti ini kemudian berkeliaran di luar sana,” tegasnya. (ris/ian)