Anggota Satlantas Polres Madiun Kota Jadi Orang Tua Asuh Anak Yatim Korban Covid-19

Editor: Revol Afkar
Wartawan: Hendro Suhartono
Jumat, 17 September 2021 19:24 WIB

Foto bersama anak yatim, Wali Kota Madiun Maidi, dan Forkopimda.

KOTA MADIUN, BANGSAONLINE.com - Memperingati Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-66, Polres Madiun Kota menggelar sejumlah bakti sosial untuk anak yatim piatu yang orang tuanya meninggal akibat Covid-19.

Dalam kesempatan itu juga di-launching program Sapa Saya (Satu Polantas Aatu Anak Asuh). Dalam program ini, tiap satu anggota Polres Madiun Kota akan menjadi orang tua asuh bagi satu anak yatim dan atau piatu yang orang tuanya meninggal karena Covid-19. 

Wakapolres Madiun Kota Kompol Jose Indra Lana Wira menjelaskan bahwa peringatan Hari Lalu Lintas Bhayangkara kali ini dipusatkan di Polda Jatim Surabaya, diikuti seluruh jajaran polres via daring.

Sementara Kasatlantas Madiun Kota AKP Dwi Jatmiko menyampaikan di di Polres Madiun Kota ada 90 anggota satlantas, dan mereka semua wajib memiliki anak asuh. "Dan di data kami ada 100 anak yang telah menjadi anak asuh polantas," terang Dwi Jatmiko.

Selain pengangkatan anak asuh, Polres Madiun Kota juga akan mengadakan trauma healing kepada anak-anak tersebut.

"Setelah ini kita akan adakan kegiatan trauma healing sehingga mereka (anak yatim piatu terdampak Covid-19) termotivasi kembali. Sebagai bapak asuh, kita tidak hanya memberikan biaya saja, tetapi juga memberi support motivasi kepada mereka, sehingga bapak asuh benar-benar sebagai motivator dan fasilitator bagi mereka semua," tegas Dwi Jatmiko.

(Selain launching Sapa Saya, Peringatan Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-66 juga menggelar vaksinasi)

Pelaksanaan Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-66 ini digelar di Sumber Wangi, dihadiri oleh Wali Kota Madiun Maidi dan Forkopimda Kota Madiun.

Maidi mengapresiasi program Sapa Saya dari Polres Madiun Kota. "Itu sangat luar biasa," ujar Maidi kepada awak media, Jumat (17/9/2021)

Ia berharap program ini bisa diadopsi semua lembaga, tidak hanya Polri saja. "Kalau bisa semua lembaga, semua organisasi seperti ini, selesai. Kita tidak akan mendapatkan kesulitan. Yang lebih memberi yang kurang, dan yang kurang segera disempurnakan," katanya.

Menurutnya, di Kota Madiun ada 166 anak yatim piatu terdampak Covid-19. Sedangkan yang sudah ada di panti sebanyak 535 anak. (dro/rev)