Kawal PPKM, Para Kiai Istiqamah Salat Malam dan Istighatsah Tiap Malam Jumat

Editor: mma
Jumat, 17 September 2021 15:34 WIB

Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA saat mengimami salat malam yang jemaahnya para kiai dari Surabaya dan sekitarnya. foto: mma/ bangsaonline.com

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Para kiai di Surabaya dan sekitarnya terus melakukan salat malam dan istighatsah selama pemerintah memberlakukan PPKM. Salat malam dan istighatsah yang diakhiri doa bersama itu digelar sejak PPKM Darurat atau PPKM pertama hingga sekarang.

“Selama PPKM kita akan terus melakukan salat malam. Selain untuk terkabulnya hajat-hajat kita sendiri juga mendoakan bangsa agar segera terbebas dari covid-19. Nanti kalau PPKM selesai kita gelar sebulan sekali,” kata Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, pemrakarsa sekaligus penyandang dana acara salat malam dan istighatsah itu kepada BANGSAONLINE.com, Jumat (17/9/2021).

Acara istighatsah itu secara rutin digelar di kediaman Neng Imah, salah seorang putri Kiai Asep, di Jalan Siwalankerto Utara di lingkungan Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya. Tadi malam (16/9/2021) salat malam itu digelar bersamaan dengan walimatul haml Neng Imah dan juga istri Gus Ilyas yang juga putra Kiai Asep.

Acara salat hajat ini diakhiri doa bersama yang dipimpin secara bergantian oleh Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jawa Timur Drs KH Muhammad Roziqi, Kepala Dewan Pengelola Masjid Al-Akbar Dr KH Muhammad Sujak, Plt Kepala Kemenag Jatim Moh Nurul Huda, Rais Syuriah PCNU Kabupaten Probolinggo KH Jamaluddin Al-Hariri, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar Modung Bangkalan Madura KH Muchlis Muhsin, Habib Abu Bakar Assegaf Surabaya, KH Abdurrahim Zulkarnaen dan dipungkasi Kiai Asep Saifuddin Chalim.

Sebelumnya, acara salat malam itu juga diikuti Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak. Dan beberapa tokoh Jawa Timur lainnya.

Salat malam itu juga diikuti para alumni dan santri Pondok Pesantren Amanatul Ummah di berbagai daerah. Termasuk juga para mahasiswa alumni Amanatul Ummah yang kini kuliah di luar negeri. 

Namun ketika salat malam mereka diminta menggelar salat sendiri. Tapi tetap mengikuti acara demi acara termasuk saat doa bersama.

Selain mereka hadir para pengurus Pergunu. Tampak Waketum Pergunu Dr Fadly Usman, Ketua Pergunu Jawa Barat Dr Saefulloh, dan Wakil Ketua Pergunu Pusat Dr Aris Adi Laksono.

Juga Dr Zuhri, pengurus Pergunu dan dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta serta Dr Zakaria Muhtadi, direktur Pascasarjana Institut Agama Islam Al-Khozini Sidoarjo.

Menurut Kiai Asep, salat malam dua belas rakaat dan enam kali salam itu juga dipraktikkan pada 12 ribu santri Amanatul Ummah. Justru salat malam dan istighatsah itu menjadi salah satu ikhtiar spiritual utama untuk menghindari serangan Covid-19 para santrinya.

“Mohon maaf di pesantren saya sudah 1,5 tahun ini mempraktikkan pembelajaran tatap muka tapi tak satupun santri kena covid-19,” kata Kiai Asep yang pendiri sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya dan Pacet Mojokerto.

Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Persatuan Guru Nadhlatul Ulama (Pergunu) itu mengungkapkan bahwa para santri di Amanatul Ummah juga diberi kurma tiap pagi. Setiap santri diberi satu butir. “Mereka juga harus berkumur air garam krosok dan menyesepnya ke dalam hidung,” katanya.

Ini mengacu pada penemuan ilmiah drh Indro Cahyono, alumnus UGM. Indro melakukan penelitian tentang garam krosok kurang lebih dua tahun. Hasilnya, garam krosok yang dicampur air mineral sangat efektif untuk merontokkan virus corona yang masih ada dalam hidung dan mulut, sebelum masuk ke dalam organ dalam tubuh manusia.

Indro kemudian menamakan hasil penelitiannya itu protokol rakyat. Menurut Indro, rakyat berhak punya protokolnya sendiri.

“Jadi kita berdasarkan referensi rasional,” kata Kiai Asep.

Selain referensi ilmiah yang rasional juga referensi agama. Menurut Kiai Asep, kurma yang dikunyah secara lembut hingga bercampur air liur akan membunuh virus dan bakteri atau kuman.

“Ini Hadits Nabi,” kata Kiai Asep. Menurut Kiai Asep, apa yang disampaikan Nabi pasti dari Allah SWT. Kiai Asep lalu mengutip Surat An-Najm ayat 3 yaitu wamaa yantiqu ‘anil hawa’ inhuwa illa wahyuyyuha. Arti bebasnya, bahwa semua apa yang disampaikan Rasulullah SAW bersumber dari wahyu dari Allah SWT, bukan dari nafsu atau pribadi Nabi Muhammad.

Dalam Hadits lain, kata Kiai Asep, juga dijelaskan bahwa kurma, air zam-zam, madu, dan habbatussauda’ adalah obat dari segala penyakit. “Jadi kalau virus itu terlanjur masuk, maka kita beri kurma, air zam-zam, madu dan habbatussauda’,” kata Kiai Asep sembari menyarankan agar saat mau makan kurma atau minum air zam-zam dan yang lain membaca bismillah, alhamdulilllah, qul huwallahu ahad.

Kiai Asep juga rutin mengonsumsi dan memberikan minuman probiotik kepada para santrinya. Bahkan seusai mimpin salat malam Kiai Asep mencampur sendiri minuman probiotik ke dalam air mineral dalam botol. Minuman itu kemudian dibagikan satu persatu kepada para kiai peserta salat malam.

Begitu juga para santrinya. Sesuai salat malam, mereka sibuk menghidangkan madu, kurma, teh, dan air mineral kepada para kiai dan tokoh Jawa Timur yang mengikuti salat malam dan istighatsah.  

Menurut Kiai Asep, berbagai ikhtiar rasional dan spiritual agama itu juga harus dibarengi dengan prokotol kesehatan yang dianjurkan pemerintah. Yaitu pakai masker, jaga jarak dan selalu cuci tangan atau pakai hand sanitizer.

Setelah itu baru kita tawakkal kepada Allah SWT.

(Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA mencampur minuman probiotik ke dalam air mineral untuk dibagikan kepada para kiai. foto: bangsaonline.com)

Kiai Asep juga menyinggung kemungkinan munculnya virus varian baru yaitu virus corona Mu dan C.1.2. Infonya, virus tersebut tak mempan vaksin dan obat. 

“Kalau sudah seperti itu ya Innalillahi wainna ilaihi rijiun. Semua kembali kepada Allah,” kata Kiai Asep.

Tapi Kiai Asep yakin terhadap Hadits Nabi bahwa semua penyakit pasti ada obatnya. Karena itu, menurut Kiai Asep, yang terpenting tetap waspada, hati-hati dan tidak sombong. 

Kiai Asep juga yakin bahwa referensi ilmiah dan referensi dari Nabi pasti benar. Termasuk ikhtiar lewat doa. Karena itu Kiai Asep  istiqamah mempelopori salat malam dan istighatsah. Apalagi, Kiai Asep sudah membuktikan bahwa cara penanganan covid-19 di pensantren yang diasuhnya berhasil.

Ia bahkan mempersilakan semua pihak, termasuk pemerintah untuk studi banding ke Pesantren Amanatul Ummah. "Silakan datang ke Amanatul Ummah. Besok (hari ini, Red) para anggota DPRD Jatim akan melihat langsung penanganan Covid-19 di Amanatul Ummah. Silakan datang ke kelas-kelas," kata Kiai Asep. (mma)