Bupati Pamekasan Berangkatkan Bantuan Air Bersih Untuk 219 Dusun Terdampak Kekeringan

Editor: Revol Afkar
Wartawan: Ferdiana Lestari
Senin, 13 September 2021 20:55 WIB

Bupati Pamekasan Baddrut Tamam bersama forkopimda melepas distribusi air bersih kepada masyarakat di daerah yang terdampak kekeringan.

PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Bupati Pamekasan Baddrut Tamam melepas pendistribusian air bersih ke daerah-daerah yang terdampak kekeringan dari depan Mandhapah Agung Ronggo Sukowati, Senin (13/09/2021).

Tahun ini, ada 219 dusun dari 73 desa di 13 kecamatan se-Kabupaten Pamekasan yang terdampak kekeringan. Sedangkan tahun 2018, ada 77 desa yang masuk kategori kekeringan. Artinya, ada 4 desa yang sudah mentas dari kekeringan. Dari jumlah itu, sudah 44 dusun yang sudah terentas dari kekeringan, dari tahun lalu yang berjumlah 263 dusun.

Dalam sambutannya, Bupati Baddrut Tamam meminta para petugas pengantar air bersih untuk bekerja ikhlas dalam memberikan pelayanan yang terbaik dan maksimal.

Menurutnya, kesabaran dan komitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat terdampak kekeringan harus tertanam kuat dalam hati sebagai prinsip bekerja ikhlas serta profesional.

"Keikhlasan, kesabaran, serta komitmen memberikan yang terbaik menjadi bagian dari prinsip kita dalam pelayanan. Ikhlas, sabar, profesional sesuai dengan tugas dan fungsi, bagian dari fondasi kita," katanya.

"Mudah-mudahan karena kita ikhlas, kita sabar, bekerja setulus hati memberikan yang terbaik, mudah-mudahan menjadi bagian catatan amal soleh kita, untuk rakyat, bangsa dan negara," tandasnya.

Bupati yang akrab disapa Mas Tamam itu juga meminta para petugas pengantar air bersih untuk menyampaikan salamnya kepada masyarakat terdampak.

"Saya nitip salam kepada seluruh masyarakat yang menerima air, salam hormat, salam ta'dzim, semoga air ini bisa bermanfaat," ujarnya.

Dia menambahkan, kesuksesan suatu program itu tidak lepas dari kerja sama semua elemen. 

"Kerja pemerintahan ini tidak bisa tunggal, dari satu elemen, fungsi, dan tugas yang lain saling terikat. Sering saya sampaikan, seperti mobil, mesinnya bagus, bannya gembos tidak bisa jalan, mesin bagus, bannya bagus, tapi ada elemen lain yang fungsinya menggerakkan tidak berfungsi, juga tidak bisa jalan. Keseluruhannya itu tidak ada yang lebih mulai di antara satu dengan yang lainnya, sama," pungkasnya. (pmk1/rev)