Berisiko Tinggi, Wabup Gresik Bagikan Alkon, Minta Tunda Kehamilan di Masa Pandemi

Editor: Tim
Wartawan: Syuhud
Senin, 06 September 2021 13:42 WIB

Wakil Bupati Bu Min didampaingi Kepala DKBPP dan PA drg. Ghozali saat bagi-bagi alkon. foto: SYUHUD/ BANGSAONLINE.com

GRESIK, BANGSAONLINE.com - Wakil Bupati Gresik, Aminatun Habibah dan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Gresik, Hj. Nurul Haromaini Ali Fandi Akhmad Yani membagi-bagikan alat kontrasepsi (alkon) kepada masyarakat di Kampung Kreasi, Kelurahan Sidokumpul, Kecamatan Gresik, Senin (6/9/2021).

Bersama para kader KB yang dikoordinir oleh Kepala Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKBP3A), drg. Syaifuddin Ghozali, Wabup dan Ketua TP PKK mendatangi rumah penduduk untuk memberikan alkon kepada para keluarga pasangan usia subur (PUS).

"Ini bu ya, alat KB ini untuk anak atau mantunya. Bukan untuk ibu," ucap wabup kepada salah satu warga yang kebetulan bukan pasangan usia subur.

Wabup juga meminta kepada masyarakat agar tetap waspada. "Meski saat ini Gresik sudah masuk zona kuning, sesuai zona aglomerasi Surabaya Raya, tapi masyarakat harus tetap waspada dan jangan lengah serta melaksanakan protokol kesehatan ketat. Di sekitar kita covid masih merajalela," pesannya.

Ia berpesan kepada para ibu agar tidak hamil dulu, karena ibu hamil termasuk berisiko tinggi di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini.

Nurul Haromaini mendukung yang disampaikan wabup. Ia mengatakan kebijakan tentang penundaan kehamilan akan disampaikan kepada jajaran TP PKK di tiap tingkatan.

"Untuk menunda kehamilan ini, para ibu harus ber-KB dengan alat kontrasepsi sesuai pilihannya. Dinas KBPP dan PA siap mendukung berbagai alat kontrasepsi melalui seluruh fasilitas kesehatan yang ada di seluruh wilayah Kabupaten Gresik," katanya.

Sementara drg. Syaifuddin Ghozali mengungkapkan bahwa angka kehamilan di Kabupaten Gresik masih tinggi di masa pandemi ini.

"Dari data yang ada pada kami sejak Januari 2021 sampai saat ini ada seribu lebih kehamilan, 40 di antaranya terpapar covid. Pada puncaknya kemarin selama 2 bulan ada 30 yang terpapar," ungkapnya.

"Kami terpanggil untuk memotivasi masyarakat melalui kegiatan bagi-bagi alat kontrasepsi. Selain kondom, kami juga telah mengalokasikan beberapa alat kontrasepsi yang lain melalui 55 faskes yang ada di Gresik yaitu suntik, implant, pil. Selanjutnya, akan kami tambah alokasinya," pungkasnya. (hud)