Percepat Herd Immunity, Ribuan Santri PP Amanatul Ummah Mojokerto Jalani Vaksinasi Covid-19

Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Rochmad Aris
Kamis, 02 September 2021 19:51 WIB

Ribuan santri Pondok Pesantren Internasional Amanatul Ummah menerima vaksinasi jenis Sinovac di Kampus IKHAC Pacet, Mojokerto, Kamis (2/9//2021). (foto: ist)

MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Ribuan santri Pondok Pesantren Internasional Amanatul Ummah menerima vaksinasi jenis Sinovac di Kampus IKHAC Pacet, Mojokerto, Kamis (2/9//2021). Vaksinasi ini merupakan gelombang kedua bagi para santri atau pelajar di lingkungan Pondok Pesantren (PP) Internasional Amanatul Ummah dan Kampus IKHAC.

Vaksinasi ini merupakan program Panglima TNI untuk pondok pesantren dalam rangka membantu pemerintah melakukan percepatan vaksinasi serta mengejar target pembentukan herd immunity di masing-masing wilayah.

Wakil Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra (Gus Barra) mengatakan, ribuan santri PP Pesantren Internasional Amanatul Ummah dan Kampus IKHAC telah mendapatkan vaksinasi pertama jenis Sinovac.

"Hal ini juga untuk mendukung percepatan vaksinasi secara nasional," ujarnya.

(Gus Barra foto bersama dengan para santri yang telah divaksin)

Sementara itu, Koordinator Vaksin Santri IKHAC Danramil 0815/16 Pacet Kapten Caj Lutfi Anam menyampaikan, vaksinasi tersebut juga untuk menyukseskan serbuan program vaksinasi ke pondok pesantren secara serentak yang digelar jajaran Kodam V Brawijaya.

Menurutnya, pentingnya pondok pesantren sebagai tempat vaksin, sebagai upaya untuk menyelamatkan para santri maupun generasi muda lainnya dari penyebaran Covid-19, serta agar bangsa Indonesia tidak kehilangan generasi masa depan yang sehat dan cerdas, tangguh, serta berakhlak baik.

"Alhamdulillah, kita telah menyelesaikan vaksinasi kepada para santri dan pelajar di Pondok Pesantren Internasional Amanatul Ummah dan Kampus IKHAC Pacet. Kegiatan vaksinasi tersebut merupakan bagian dari upaya membantu dalam menyukseskan program kegiatan vaksinasi yang diberikan oleh Panglima TNI, serta mempercepat percepatan vaksinasi 70% secara nasional," jelasnya.

Nailatul Mamlu'ah, salah satu santriwari mengatakan, ia merasa senang setelah mendapat vaksin pertama. Mula-mula, ia merasa takut dan was-was akan divaksin, namun setelah melihat teman-teman yang sudah divaksin tidak terjadi apa apa, bahkan saling bercanda setelah divaksin, baru ia memberanikan diri divaksin.

"Awalnya takut, ternyata tidak sakit. Bersyukur saya bersama teman-teman mendapatkan vaksinasi pertama dari program vaksin Panglima TNI. Maturnuwon kepada TNI dan Kiai Asep yang menyelenggarakan vaksinasi ini," katanya. (ris/zar)