Ada Voucher Belanja Rp 200 Ribu Bagi Warga Isoman di Gresik yang Bersedia Pindah ke Isoter

Editor: Revol Afkar
Wartawan: Syuhud
Senin, 23 Agustus 2021 18:53 WIB

Bupati Gus Yani dan Wabup Bu Min bersama forkopimda serta kades dan lurah saat rapat koordinasi. foto: SYUHUD/ BANGSAONLINE

GRESIK, BANGSAONLINE.com - Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bakal membagikan voucher belanja Rp 200 ribu bagi warga tak mampu terpapar Covid-19 dengan gejala ringan atau orang tanpa gejala (OTG) yang mau menjalani isolasi terpusat (isoter) di Rumah Sakit (RS) Lapangan Stadion Gelora Joko Samudro.

Hal ini disampaikan bupati menjawab pertanyaan Kepala Desa Campurejo, Amudi, saat mengikuti rapat koodinasi forkopimda dalam rangka pelaksanaan pemindahan warga isolasi mandiri (isoman) ke isolasi terpusat (isoter) dan pelaksanaan isolasi massal di halaman Parkir Kantor Bupati Gresik, Senin (23/8/2021).

Saat itu, Amudi mengungkapkan bahwa warganya mau menjalani isoter di RS Lapangan, asalkan kebutuhan makan se hari-hari keluarga dicukupi. "Jadi, ada warga saya yang terpapar bilang: Pak Kades, saya mau diisolasi di RS Gejos, asal kebutuhan makan sehari-hari keluarga saya dicukupi," ucap Amudi menirukan warganya.

Menurut Amudi, selama ini pihaknya berupaya mencukupi kebutuhan beberapa warganya yang menjalani isoter dengan dana pribadi. "Saya cukupi dari dana pribadi saya. Tapi selanjutnya bagaimana dengan yang lain. Dari mana saya akan mendapatkan dana tersebut?," ungkap Amudi kepada Bupati.

Menjawab pertanyaan tersebut, bupati menegaskan bahwa pemindahan para isoman ke isoter harus segera dilaksanakan, karena hal ini merupakan perintah Presiden RI kepada Gubernur, Pangdam, Kapolda Jawa Timur, para Bupati dan Wali Kota se Jawa Timur serta Kapolres dan Dandim se-Jawa Timur beberapa saat yang lalu.

"Bagi masyarakat keluarga miskin yang terpapar Covid-19 dan siap diisolasi terpusat di RS Gejos, kami akan memberikan voucher belanja. Kami akan siapkan di Posko Covid-19 di eks wilker. Perawatan isolasi terpusat di RS Gejos lebih terawat. Paling hanya seminggu sudah pulang," jelas Gus Yani, sapaan karib Bupati Gresik.

Pada kesempatan ini, bupati juga menyampaikan perkembangan Covid-19 di Gresik. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Gresik, tingkat keterisian tempat tidur (Bed Ocupancy Rate/BOR) di rumah sakit rujukan Covid-19 sudah menurun drastis menjadi sebesar 16,27 persen atau hanya 88 orang.

Jumlah pasien Covid-19 aktif juga menurun, tinggal 490 orang dan 402 pasien masih melaksanakan isoman.

Atas penurunan tersebut, bupati menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang membantu. Namun, dia tetap mengingatkan agar semua aparat Pemerintah tidak lengah dan tetap melaksanakan pengetatan protokol kesehatan (prokes).

"Kami mengumpulkan para kades dan lurah, tiga pilar di kecamatan secara mendadak hanya untuk sebuah komitmen bersama untuk pelaksanaan isoter ini secepatnya. Kalau pemerintah desa tidak mau membantu kami akan kesulitan melaksanakan ini. Bila tidak mau isoter, pakai mobil ambulans bisa dengan mobil siaga. Silahkan tinggal telepon ke posko," papar bupati.

Komandan Kodim 0817 Gresik Letkol Infantri Taufik Ismail dan Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto yang hadir dalam rapat tersebut sependapat dengan bupati. "Sesuai perintah dan target sampai hari Jum’at (27/8/2021), kami ditugaskan untuk sesegera mungkin membawa pasien isoman ke RS Gejos. Perintah ini tegas, bahwa apabila kami tidak bisa melakukan isoter, kami disanksi diharuskan menjaga pasien isoman 24 jam. Tentu kami akan perintahkan danramil dan babinsa saya untuk menjaga. Tolong para danramil hal itu harus segera dilaksanakan," ucap dandim.

Senada, kapolres juga minta kepada anak buahnya untuk menjalankan kebijakan tersebut. Kapolres juga meminta kades untuk melakukan pengadaan alat rapid test antigen dari dana desa (DD).

"Alat rapid test ini penting untuk membantu mendukung pelaksanaan tracing di desa, sebagai antisipasi kekosongan alat pada dinkes maupun puskesmas," katanya.

Sementara Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah berharap masyarakat Gresik tidak lengah dengan penurunan kasus Covid-19. "Mengingat covid masih ada di sekitar kita. Kades harus tetap berkampanye untuk melakukan gerakan hidup sehat dan selalu mengingatkan prokes," timpal Ketua DPRD Much Abdul Qodir. (hud/rev)