Masuk Nominasi Best Visual Art, Mas Abu Harap Tahoe Games Studio Menang di Baparekraf Gameprime 2021

Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Muji Harjita
Jumat, 30 Juli 2021 14:11 WIB

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Kabar gembira diumumkan oleh laman resmi Baparekraf (Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif) Gameprime 2021. Video game Rising Hell karya Tahoe Games Studio Kediri masuk dalam nominasi "Best Visual Art".

Selain Rising Hell, gelaran game tahunan terbesar di Indonesia ini juga memberikan nominasi pada game When the Past was Around–Mojiken, Escape from Naraka–Xelo Games, Code Atma, dan Rocky Rampage–Joyseed Gametribe.

"Saya berharap mereka bisa memenangkan nominasi ini, karena Baparekraf Gameprime ini event bergengsi dan terbesar bagi industri game di Indonesia," harap Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar, Jumat (30/7/2021).

Menurut Mas Abu, sapaan akrab Wali Kota Kediri, ini membuktikan bahwa industri game lokal tidak bisa dianggap remeh, banyak talenta-talenta berbakat yang muncul dari daerah.

"Digitalisasi dan kemudahan berkoneksi membuat kita bisa berkarya dari mana saja dan lalu menjualnya tanpa mengenal batas wilayah. Sumber daya alam lama kelamaan akan habis, tapi potensi ekonomi digital yang berbasis pada inovasi dan kreativitas tidak akan pernah ada habisnya," tegas Mas Abu.

Menurut Mas Abu, peran pemerintah pusat dan daerah juga harus seiring sejalan dalam menggenjot potensi ini. Ekonomi kreatif dan digital harus memiliki fondasi ekosistem yang kuat, komunitas kreatif tidak boleh dibiarkan berjalan sendiri tanpa peran dan perhatian pemerintah.

Kriswin Yuniar, Game Director Rising Hell mengaku sangat gembira dengan nominasi ini, apalagi ia juga secara khusus diundang dalam Baparekraf Gameprime 2021 Online Conference sebagai salah satu pembicara.

"Ini adalah buah keseriusan kami dalam merancang game. Kami melakukan riset di marketplace game supaya tahu apa yang disukai orang sekarang ini. Jadi, bisa dibilang apa yang kami capai sejauh ini sudah sesuai cita-cita dan impian Tahoe Games," jelas Kriswin yang dalam game Rising Hell juga berperan sebagai visual artist.

Kriswin mengakui, apa yang dilakukan Pemerintah Kota Kediri selama ini sudah bagus. Sangat mendukung komunitas game developer untuk menggiatkan dan memperkenalkan industri game ke masyarakat Kediri, contohnya lewat event Global Game Jam dan Kediri Gamefest, juga workshop-worskhop yang selama ini digelar.

"Pemkot Kediri memperkenalkan game sebagai industri (penghasil uang), tidak hanya untuk hiburan saja," tegas Kriswin.

Kriswin dan koleganya di Tahoe Games saat ini juga tengah bersiap membangun video game baru, namun ia masih enggan memberikan sedikit bocoran terkait game tersebut.

"Yang jelas game ini memiliki genre yang berbeda dengan Rising Hell, jadi bisa dibilang kami sedang menantang diri untuk keluar dari zona nyaman genre yang sudah biasa kami garap. Doakan saja semua lancar dan bisa menyaingi karya kami sebelumnya," tutup Kriswin penuh harap.

Rising Hell sendiri sudah dirilis di platform marketplace video game global antara lain Steam, Nintendo, PlayStation, dan Xbox. Game ini banyak mendapat pujian dari komunitas game dunia salah satunya dari SONY Interactive Entertainment Worldwide Studios, Shuhei Yoshida. (uji/zar)