Sebelum Jalani Vaksinasi Covid-19, Pelatih Persela Iwan Setiawan Mengaku Grogi

Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Nur Qomar Hadi
Kamis, 22 Juli 2021 20:10 WIB

Iwan Setiawan saat vaksin Covid-19. (foto: ist)

LAMONGAN, BANGSAONLINE.com - Pelatih Persela Lamongan Iwan Setiawan menjalani vaksinasi Covid-19 dosis pertama di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lamongan, Kamis (22/7/2021).

Pantauan BANGSAONLINE.com, ada hal menarik sebelum vaksinasi dilakukan. Iwan mengakui bahwa dirinya sempat diselimuti perasaan was-was alias grogi.

Pelatih asal Medan itu mengatakan, sebenarnya dia sudah berusaha untuk menenangkan diri. Tapi hasil pemeriksaan tekanan darah seakan menggambarkan bagaimana perasaannya yang sebenarnya.

"Saya berusaha nenangin diri aja. Tapi kenyataannya begitu ditensi yang biasanya saya normal, tapi ternyata tadi tekanan darah saya naik jadi 140. Artinya berusaha menenangkan diri, tapi di dalam (pikiran) tidak bisa dibohongi, tetap ada rasa grogi, saya pikir itu manusiawi," kata Iwan usai menjalani vaksinasi.

Iwan akhirnya bisa mendapatkan vaksin Covid-19, setelah berkonsultasi dengan dokter yang bertugas di lokasi vaksinasi. Mantan pelatih Borneo FC itu pun mengaku sangat lega setelah mendapatkan vaksin Covid-19 dosis pertama.

"Alhamdulillah, karena kita sama-sama tahu bahwa sertifikat vaksin saat ini sangat dibutuhkan apabila kita ingin melakukan apa pun, semua aktivitas salah satu persyaratan yang dibutuhkan adalah sertifikat vaksin," tuturnya.

Apalagi vaksinasi juga menjadi syarat mutlak bagi setiap orang yang berkecimpung di dunia olahraga, khususnya kompetisi sepak bola Tanah Air. "Yang paling penting saat ini kita sebentar lagi kita akan berlaga di kompetisi dan itu (vaksinasi) adalah salah satu regulasi, bahwa harus memiliki surat vaksin," katanya.

Pada kesempatan tersebut, Iwan Setiawan juga mengajak masyarakat mengikuti vaksinasi Covid-19, agar segera terbentuk kekebalan komunal.

"Mudah-mudahan ini juga bisa jadi contoh buat teman-teman yang belum melakukan vaksin. Jadi tidak perlu takut yang berlebihan, karena kita sama-sama tahu virus corona ini penyebarannya sangat ekstrem. Jadi mudah-mudahan dengan kita melakukan vaksin, bisa memberikan dampak yang baik untuk keseluruhan," pungkasnya. (qom/zar)