Pemkab Pamekasan Siapkan Oksigen Gratis, Ini Caranya

Editor: Nur Syaifudin
Wartawan: Ferdiana Lestari
Sabtu, 17 Juli 2021 15:42 WIB

Bupati Baddrut Tamam, dengan program andalan Pamekasan Call Care (PCC).

PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Madura, Jawa Timur melalui program Pamekasan Call Care (PCC) menyiapkan oksigen gratis bagi masyarakat yang membutuhkan di tengah membeludaknya pasien terpapar Covid-19.

Koordinator Operator PCC Pamekasan, Amir Chamdani mengungkapkan, pihaknya telah bekerja sama dengan dengan salah satu pabrik di Gresik untuk memenuhi kebutuhan oksigen yang belakangan ini mengalami peningkatan.

Mekanismenya, jelas Amir, tabung kosong dari setiap puskesmas dan fasilitas kesehatan lainnya dikumpulkan ke rumah observasi di Gedung Islamic Center Jalan Raya Panglegur, Tlanakan. Tabung kosong itu kemudian dikirim ke Gresik untuk diisi oksigen untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Pamekasan.

Menurut Amir, kebutuhan oksigen di setiap fasilitas kesehatan di Pamekasan untuk sementara ini tercukupi. Sebab, pihaknya telah mengisi oksigen sebanyak 32 tabung besar. Kemudian hari ini juga mengisi sebanyak 39 tabung kecil dan 45 tabung besar.

"Kemarin (Kamis, 15 Juli 2021, red) kita mengisi 32 tabung besar. Sementara hari ini (Jum'at, 16 juli 2021, red) sebanyak 39 tabung kecil, dan 45 tabung besar. Sehingga untuk di fasilitas kesehatan sekarang tidak langka (oksigen)," jelasnya, Jumat (17/07/2021) kemarin.

Ia mengungkapkan, selama ini sebagian besar masyarakat menggunakan oksigen tanpa petunjuk dokter, melainkan atas inisiatif sendiri, lantaran panik atas penyakit yang dideritanya. Kondisi inilah yang membuat kebutuhan oksigen membengkak.

Karena itu, dia menyarankan masyarakat terlebih dahulu mendatangi rumah sakit atau fasilitas kesehatan guna mengetahui langkah yang akan diambil terharap penyakait yang dideritanya.

"Datang ke rumah sakit, puskesmas, atau fasilitas kesehatan lain. Nanti diperiksa oleh dokternya, benar-benar butuh oksigen atau nggak. Nanti kalau butuh apakah akan dirawat di rumah observasi atau di rumahnya, nanti bisa dokternya yang menghubungi PCC," terang Amir Chamdani.

Apabila memang membutuhkan oksigen, lanjut Amir, pihaknya bisa mendatangi langsung rumah pasien setelah yang bersangkutan mendapat resep dari dokter.

"Silakan periksa ke doktrer, meskipun hanya diperiksa di atas mobil dan mau langsung pulang tidak apa-apa. Jangan mengambil tindakan sendiri, kalau memang butuh, kami langsung kirim," kata dia.

Dia berpesan kepada puskesmas atau bidan desa agar mengirim setiap tabung kosong ke rumah observasi. Sebab, tabung yang kosong itu akan dikirim langsung ke salah satu pabrik di Gresik untuk mendapatkan oksigen. Sehingga kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi. (pmk/ns)