Datang dari Singapura, Gubernur Papua Lukas Enembe Karantina Mandiri

Editor: Tim
Jumat, 02 Juli 2021 13:28 WIB

Gubernur Papua Lukas Enembe. foto: ist

JAKARTA, BANGSAONLINE.com - Gubernur Papua Lukas Enembe kini melakukan karantina mandiri di Hotel Mandarin Oriental Jakarta, Jumat (2/7/2021). Gubernur Lukas datang dari Singapura untuk check up dan berobat. Ia tiba di Bandara Soetta Cengkareng Jawa Barat pada Kamis (1/7/2021) pukul 18.05 WIB. Lukas Enembe sempat mengikuti proses pemeriksaan Imigrasi dan Bea Cukai.

"Pukul 18.40 WIB Gubernur Lukas Enembe menuju pintu keluar Bandara Soetta. Mulai dari kedatangan dari pesawat hingga keluar Bandara Soetta, didampingi oleh Tim Satgas Covid-19 dan dilaksanakan sesuai prosedur," terang Dansatgas Covid -19 Bandara Soekarno-Hatta, Kol. Pas Sunu Eko, melalui pesan tertulis kepada BANGSAONLINE.com, Jumat (2/7/2021).

Menurut dia, Gubernur Lukas berangkat menuju Hotel Mandarin Oriental Jakarta pada pukul 19.10 WIB dengan menggunakan Mobil Alphard Nopol B 1839 QH. Ia didampingi 7 orang staf protokol Gubernur Papua.

"Gubernur bersama rombongan tiba di Hotel Mandarin Oriental untuk menjalani karantina mandiri setelah kedatangan dari luar negeri. Karantina mandiri merupakan kewajiban bagi semua orang Indonesia yang baru pulang dari luar negeri," terang Kol Pas Sunu Eko.

Sementara seorang petugas Hotel Mandarin Oriental Jakarta menuturkan, Gubernur Lukas Enembe telah menjalani pemeriksaan tes PCR Covid-19. Ia diperiksa Petugas Hamera Lab (Provider Kesehatan Hotel Mandarin Oriental) setelah tiba di kamar karantina mandiri. Ia akan menjalani tes PCR Covid-19 kedua pada hari terakhir karantina yaitu tanggal 5 Juli 2021.

Satgas Covid-19 juga akan menyiapkan tim kesehatan untuk memonitor keadaan Lukas Enembe. “Yang bersangkutan sedang dalam keadaan sakit,” ujar petugas tersebut.

Sebelumnya terjadi polemik tentang Gubernur Lukas yang pergi ke Singapura. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menunjuk Dance Yulian Flassy yang selama ini menjabat Sekda menjadi Pelaksana Harian (Plh) Gubernur Papua. 

Karuan saja Lukas bereaksi. Ia mengaku tak diajak kordinasi atas penunjukan itu. 

Sementara Kapuspen Kemendagri Beni Irwan mengatakan bahwa penunjukan itu untuk mempercepat penyaluran dana alokasi khusus (DAK) fisik tahun 2021. Alasannya, proses penyaluran memerlukan tanda tangan kepada daerah. Ia mengatakan bahwa semangat pemerintah pusat dan pemerintah daerah sama bahwa penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, dan dan pelayanan publik tetap berjalan baik. (tim)