​Bangun Rumah Janda Mojokerto yang Terbakar, Kiai Asep: Kita Harus Malu pada Ibu Gubernur Khofifah

Editor: MMA
Rabu, 09 Juni 2021 19:53 WIB

Wakil Bupati Mojokerto Muhammad Al-Barra (Gus Bara) saat memberikan dalam acara peletakan batu pertama pembangunan rumah janda yang terbakar di Mojogeneng Kecamatan Jatirejo Mojokerto, Rabu (9/7/2021). Tampak juga Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, M.A. dan para pengurus ASC Foundation. foto: mma/ bangsaonline.com

MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Wajah Ninik Suwarni semringah. Sambil memegang potongan tumpeng, perempuan janda yang rumahnya terbakar itu terus menebar senyum.

Hari ini, Rabu 9 Juni 2021, memang hari bahagia bagi warga Mojogeneng Kecamatan Jatirejo Mojokerto itu. Rumahnya yang terbakar 19 April 2021 lalu kini dibangun oleh Asep Saifuddin Chalim (ASC) Foundation, lembaga nirlaba yang dipimpin Muhammad Al-Barra (Gus Bara), Wakil Bupati Mojokerto.

Yang mengharukan, bukan hanya Ninik Suwarni yang bahagia, tapi juga warga kampung Mojogeneng. Terutama para tokoh seperti ulama, lurah, dan aparat keamanan dari kepolisian serta TNI desa setempat. Buktinya, mereka ikut sibuk membantu secara teknis acara peletakan batu pertama pembangunan rumah Ninik Suwarni, Rabu (9/7/2021). Peletakan batu pertama itu dilakukan oleh Gus Bara sebagai ketua ASC Foundation.

Mereka bahkan bersyukur bukan semata karena rumah Ninik dibangun, tapi juga karena kampung mereka didatangi ulama besar Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, M.A.

"Kami sangat berterima kasih karena Kiai Asep telah berkenan rawuh,” kata Gus Zuhri, pengasuh Pondok Pesantren AlMaaba Mojogeneng. Menurut Gus Zuhri, Kiai Asep tidak hanya berkenan hadir tapi juga datang membawa sesuatu yang penuh barakah. Bahkan Kiai Asep menanggung semua pembiayaan.

(Ninik Suwarni (paling kiri, baju dan jilbab merah) saat acara peletakan batu pertama rumahnya, Rabu (9/7/2021). foto: mma/ bangsaonline.com)

“Saya di kampung ini sudah terkenal kaya, tapi Kiai Asep lebih kaya dan dermawan, banyak membiayai kegiatan-kegiatan besar untuk kepentingan masyarakat,” kata Gus Zuhri. Kedermawanan Kiai Asep inilah yang sulit ditandingi.

Karena itu ketua Komisi Fatwa MUI Mojokerto itu berdoa semoga cita-cita Kiai Asep, terutama yang ingin mengantar pemimpin daerah Jawa Timur menjadi pemimpin nasional tercapai. Yang dimaksud adalah mengantarkan Gubernur Khofifah Indar Parawansa jadi presiden RI.

Warga dan tokoh yang hadir pun langsung mengamini. “Amin….,” teriak mereka.

(Gus Bara meletakkan batu pertama pembangunan rumah Ninik Suwarni, Rabu (9/7/2021). foto: mma/ bangsaonline.com) 

Kiai Asep memang penuh berkah bagi kampung Mojogeneng yang dikenal sebagai kampung pesantren karena banyak sekali pondok pesantren di daerah ini. Termasuk pesantren Tahfidzul Quran yang dipimpin Gus Zuhri.

Kiai Asep datang sekitar pukul 9.00 WIB ke kampung ini. Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya dan Pacet Mojokerto itu langsung memimpin istighasah di atas tanah bekas rumah Ninik yang terbakar. Tak lama kemudian Gus Barra datang.

Juga hadir Wakil Ketua DPRD Mojokerto Sholeh dan Ketua Pergurnu Jatim, H Surusi serta para pengurus ASC Foundation. Antara lain Muhammad Sobirin, Gus Amin, Endi Gundhul dan yang lain.

Acara dilanjutkan pemotongan tumpeng oleh Gus Barra. Potongan tumpeng itu diberikan kepada Ninik Suwarni. Perempuan berkerudung itu menerima potongan tumpeng dari Gus Bara dengan penuh gembira.

Saat memberi sambutan, Kiai Asep mengatakan bahwa ke depan di Mojokerto tak boleh ada orang tak bisa makan. Juga tak boleh ada orang sakit tak bisa berobat ke dokter.

“Rumah-rumah yang tak layak huni akan kita bangun,” kata Kiai Asep yang mengaku akan berkordinasi dengan Korem dan Kodim setempat. Dan yang paling penting, semua biaya akan ditanggung sendiri oleh Kiai Asep.

Kepada BANGSAONLINE.com, Kiai Asep mengungkapkan bahwa biaya untuk pembangunan rumah janda Ninik yang luasnya 5 X 15 meter itu sekitar Rp 70 juta. “Biayanya sekitar Rp 60 sampai Rp 70 juta,” katanya.

Ketua Umum Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) itu memuji Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang selama ini bekerja keras untuk memajukan masyarakat Jawa Tmur.

Ia berharap semua kepala daerah di Jawa Timur mengimbangi kerja keras Gubernur Khofifah. Menurut dia, Gubernur Khofifah selalu terdepan ketika terjadi bencana alam. “Bupati belum datang, Bu Khofifah sudah datang,” kata Kiai Asep.

Karena itu Kiai Asep berharap kerja nyata ASC Foundation menjadi inspirasi bagi daerah lain. “Kita harus malu kepada Ibu Gubernur Khofifah Indar Parawansa yang siang malam, sore, bekerja keras, untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Jawa Timur,” kata kiai miliarder tapi dermawan itu. (mma)