Payudara Diremas, Tenaga Kontrak Pemkot Malang Diduga Korban Pelecehan Seksual Oknum Pejabat

Editor: Revol Afkar
Wartawan: Iwan Irawan
Rabu, 26 Mei 2021 20:27 WIB

Ilustrasi

KOTA MALANG, BANGSAONLINE.com - Isu terhadap tenaga pendukung operasional kegiatan (TPOK) atau tenaga kontrak oleh oknum pejabat menyeruak di lingkungan pemkot setempat. Oknum tersebut berinisial Mt (52) yang merupakan pejabat eselon IV. Sedangkan korbannya adalah bawahannya sendiri, sebut saja Mawar (23), warga Kecamatan Blimbing.

Informasi yang dihimpun, aksi tak senonoh itu sudah dilakukan sebanyak 12 kali, baik di kantor maupun di luar kantor OPD di mana oknum dan korban bekerja.

Berdasarkan keterangan dari A (45), salah satu keluarga Mawar, bahwa kasus tersebut sudah dilaporkan ke melalui Inspektorat. Namun hingga kini masih belum ada tindak lanjut.

“Korban bukannya mendapatkan pembelaan atau perlakuan adil dari kepala dinas, malah dipindahkan ke tempat lain," terang A kepada HARIAN BANGSA, Rabu (26/05/2021).

Menurut A, aksi bejat Mt kepada Mawar berlangsung sejak tahun 2020 hingga tahun 2021 ini. “Menurut Mawar dihitung ada sebanyak 12 kali aksi berupa mencium, pegang payudara, serta menempelkan alat kelaminnya ke pantat korban bermoduskan merangkul," tandasnya.

"Sesuai pengakuan dari Mawar kepada kami, bahwa Mawar telah melakukan pelaporan kepada Inspektorat Kota Malang sekaligus mengadu ke Woman Crisis Centre (WCC) Malang via online dalam rangka meminta keadilan dan sikap tegas dari pemkot setempat," tegasnya.

Simak berita selengkapnya ...

1 2

 

Berita Terkait

Bangsaonline Video