Keripik Debog Bojonegoro, Cita Rasa Lokal Kualitas Internasional

Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Eky Nurhadi
Selasa, 25 Mei 2021 16:26 WIB

Yuni Astuti saat pose dengan produk camilan khas Bojonegoro buatannya. (foto: ist)

BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Pengalaman Yuni Astuti (34), Warga Desa Tikusan, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro berkunjung ke Maroko, Afrika Utara mewakili pelaku UMKM dengan produk camilan khas Bojonegoro seakan terus berlanjut. Yuni bisa ke luar negeri karena telah merintis usaha camilan keripik debog atau keripik dari batang pisang.

Bahkan, produk keripik debog buatannya makin moncer dan digemari warga negara lain. Misalnya, negara Kanada. Pihaknya seminggu yang lalu usai kirim ke sana. Bahkan, dalam waktu ini dia juga akan mengirim Debog Chips dan Mindek Sengon ke Singapura.

"Debog Chips minggu kemarin kirim ke Kanada. Bikin invoice, ada faktur juga. Masih kirim dalam skala kecil sekitar 6 kilo. Semoga bisa kirim lebih banyak lagi ke depannya. Kalau untuk yang ke Maroko, saya tidak jualan, tapi dapat undangan ke sana," ucap Yuni, Selasa (25/5/2021).

Kemasan dari produk-produk Yuni juga tak main-main. Katanya, kemasan juga mempengaruhi kualitas jika ingin produk yang dibuat tembus pasar ekspor. Seperti kemasan Debog Chip, ada bagian transparan di area depan agar konsumen bisa melihat tekstur keripik yang terbuat dari gedebog pisang tersebut.

Perempuan yang akrab disapa Mbak Yun itu juga memberikan kiat-kiat bagaimana produk makanan minuman (mamin) di Bojonegoro bisa tembus ekspor. Kata dia, kuncinya yaitu selain produk unik, juga melihat kegemaran rasa dari negara yang akan menjadi tujuan ekspor produk.

"Contohnya ada beberapa negara rata-rata rasa makanan di sana tidak terlalu suka asin atau rasa yang terlalu kuat. Jadi produk saya yang terbaru ada Debog Chips dan Mindek Sengon bisa tembus pasar internasional. Sekarang sedang mempersiapkan produk yang akan dikirim ke Singapura," tuturnya.

Yuni bangga bisa mengangkat jajanan tradisional Bojonegoro hingga terkenal ke mancanegara. Katanya, ada perasaan senang ketika tahu produk Mashallo (merek dagang Yuni) sudah sampai ke luar negeri. Yuni mengaku akan aktif mengajak teman-teman UMKM lainnya agar produk UMKM Bojonegoro bisa tembus ekspor.

"Selain Debog Chips dan Mindek Sengon, kami juga punya produk lain seperti ampyang kacang, abon, dan serundeng. Kami pemasarannya online dan offline, toko kami ada di ruko Pusat Oleh-Oleh Endy's Jalan Pemuda No. 1 E, Kecamatan Bojonegoro. Kalau online kami posting di media sosial," terangnya.

Soal harga, Yuni mematok kisaran Rp10 ribu hingga Rp25 ribu per kemasan camilan yang dia buat. Harga itu, sambung dia, masih tergolong ekonomis dan sebanding dengan rasa aneka camilannya yang gurih dan nikmat di lidah. (nur/zar)