Rujak Kacong, Paduan Segarnya Buah dan Nikmatnya Kerang Cong-cong

Editor: Revol Afkar
Wartawan: Yeyen
Senin, 17 Mei 2021 11:10 WIB

Penjual rujak kacong yang berada di lingkungan Ekowisata Hutan Mangrove, Galis, Pamekasan.

PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Rujak kacong namanya. Singkatan dari rujak kacang cong-cong. Yakni rujak dengan sambal kacang yang dicampur buah-buahan, seperti nanas, mangga, mentimun, pepaya, dan buah lainnya, kemudian ditambah kerang cong-cong.

Sekilas, mirip seperti rujak manis yang hanya ditambah kerang cong-cong. Namun, ini berbeda. Sebab, bumbu rujaknya tidak manis, lantaran tidak menggunakan gula seperti pada rujak manis. Sehingga, rasanya gurih dari kerang cong-cong akan lebih mendominasi.

Kerang cong-cong adalah kerang yang berbentuk elips menyerupai kerang mahkota. Namun yang membedakan kerang ini yakni pada setiap garisnya memiliki ujung yang bergerigi dan tajam, serta pangkal cangkang yang lebih lebar dan lebih panjang.

Adapun lokasi warung rujak kacong terletak di ekowisata mangrove, tepatnya di Desa Lembung Kecamatan Galis, Kabupaten Pamekasan.

Menurut Nurul dan Novi, penjual rujak kacong, ide membuat rujak kacong muncul setelah keduanya melihat banyaknya kerang cong-cong di daerahnya. Setelah bereksperimen kecil-kecilan, ternyata buah-buahan yang biasanya untuk rujak manis cocok apabila dicampur dengan kerang cong-cong.

"Namun kita tidak pakai sambal manis, karena kurang cocok apabila dicampur cong-cong. Makanya kita pakai sambal kacang seperti rujak madura," jelas Nurul sambil melayani wartawan BANGSAONLINE.com yang sedang membeli rujak kacong, Senin (17/05/21) pagi.

Cukup banyak penggemar rujak hasil kreasi Nurul dan Novi ini. Apalagi dalam suasana lebaran, banyak wisatawan lokal mengunjungi ekowisata mangrove yang terletak di Desa Lembung Kecamatan Galis Kabupaten Pamekasan. Dan mereka mampir untuk merasakan nikmatnya rujak kacong.

"Dalam suasana lebaran seperti saat ini tiap hari rujak kacong laku sampai 50 bungkus lebih," ujarnya. Nurul juga menyebutkan bahwa pihaknya juga memasarkan rujak kacong lewat online. 

Sementara Ita, salah satu pembeli rujak kacong mengaku baru pertama kali ini merasakan rujak bercampur kerang cong-cong. Menurutya, rasanya cukup enak dan cocok untuk dinikmati di tengah hutan mangrove.

"Enak rujaknya dan baru di sini (ekowisata mangrove) saya merasakan rujak campur cong-cong," tutur perempuan cantik seraya mengatakan bahwa pihaknya membungkus rujak tersebut untuk dibawa pulang.

Sekadar diketahui, di ekowisata mangrove ini pengunjung bisa mendapatkan kopi mangrove yang sudah diekspor ke beberapa negara. Silakan berkunjung kalau ingin menikmati kopi dan penasaran dengan nikmatnya rujak kacong. (yen/rev)