Ta'aruf Pengurus Baru Komisi HUU MUI Jatim Usulkan Raperda Pesantren dan Kawasan Industri Halal

Editor: mma
Selasa, 09 Maret 2021 05:49 WIB

Suasana gayeng Ta'aruf Pengurus Baru Komisi Hubungan Ulama-Umara' (HUU) MUI Jatim di Ruang Pertemuan Biro Kesejahteraan Rakyat Pemprov Jatim, Senin (8/3/2021). Tampak Dr. H. Hudiyono, M.M. (kanan), Kabiro Kesra Pemprov Jatim yang juga Wakil Ketua Komisi HUU MUI Jatim. Foto: Dok. Biro Kesra Pemprov Jatim

(Pengurus baru Komisi Hubungan Ulama-Umara foto bersama usai Taaruf. Foto: dok.biro kesra pemprov jatim) 

Gagasan segar Hudiyono itu langsung mendapat respon positif peserta Ta’aruf. Kiai Romadon Sukardi, Ketua Komisi HUU , mengatakan bahwa gagasan Hudiyono itu harus segera direalisasikan.

“Ini gagasan besar. Harus segera dilaksanakan,” kata mantan wakil Sekretaris PWNU Jatim itu. “Pak Doktor Hudiyono ini bukan hanya Wakil Ketua Komisi HUU , tapi juga koordinator kiai se-Jawa Timur,” kata Kiai Romadon disambut tawa peserta.

Kiai Romadon yang asal Ngawi Jawa Timur itu mengaku akan segera berkordinasi dengan Ketua dan Sekretaris serta jajaran yang lain.

Selain itu, tutur Kiai Romadon, Komisi HUU juga akan berkoordinasi dengan Kemenag, utamanya Kepala Kemenag Jatim. “Kan leading sectornya Kemenag,” kata Kiai Romadon yang mantan pengurus Ansor Jatim.

Menurut dia, gagasan-gagasan besar yang lahir dalam pertemuan perdana Komisi HUU ini sangat positif. Karena itu harus segera ditindaklanjuti.

Menurut Kiai Romadon, gagasan-gagasan segar yang diusulkan Hudiyono itu sesuai dengan arahan Gubernur Khofifah yang menginginkan bisa menghidupkan dan meramaikan Gedung Islamic Center yang beralamat di kawasan Dukuh Kupang Surabaya.

Namun Hudiyono mengatakan, untuk menghidupkan Gedung Islamic Center itu perlu digelar kajian keislaman. Menurut dia, kajian keislaman ini akan digelar setelah usulan Perda dan Kawasan Industri Halal itu rampung. “Nanti kita adakan kajian keislaman,” katanya.

Selain usulan Perda Pesantren dan Kawasan Industri Halal, juga muncul usulan lain yang cukup positif. Yaitu dialog intensif antara ulama-umara. Ide ini diusulkan Muhammad Isa, salah satu pengurus Komisi HUU .

Peserta Ta’aruf sepakat. Namun KH Syukron Jazilan minta dialog ulama-umara’ itu melibatkan kiai-kiai kultural, terutama kiai khos yang tulus. “Seperti Kiai Husain Yahya Mojokerto,” katanya memberi contoh.

Para peserta Ta’aruf pun sepakat menggelar pertemuan kembali pada minggu depan. Tepatnya 17 Maret 2021. Para pengurus Komisi HUU itu tampak penuh semangat.

Mereka adalah Drs KH Ramadon Sukardi, Dr. H. Hudiyono, M,Si., M.M., Dr. KH. Syukron Jazilan Badri M.Ag, M. Mas’ud Adnan, S.Sos, M.Si, dan KH. Syaifullah Azhari, M.Ag.

Juga Drs. KH. Zainul Anis, M.Ag., Dr. Lia Istifhama M.E.I., Drs. H. Moh. Isa, M.Si. H. Moh. Ali, S.Ag, M.Th.I., dan Siti Munawarah (Kasubag Bina Kehidupan Spiritual Kesra Jatim). (tim)

 

Berita Terkait

Bangsaonline Video