Janji Gus Yani-Bu Min Jika Dilantik Bupati-Wabup Gresik, Prioritaskan Penanganan Banjir Kali Lamong

Editor: Revol Afkar
Wartawan: Syuhud
Kamis, 21 Januari 2021 21:12 WIB

Gus Yani-Bu Min.

GRESIK, BANGSAONLINE.com - Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Gresik terpilih Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah berjanji akan memprioritaskan penanganan banjir Kali Lamong.

Program tersebut menjadi salah satu prioritas dalam Nawa Karsa, yang merupakan sembilan program prioritas Gus Yani-Bu Min. "Ada beberapa yang sudah sesuai dengan program kita seperti penanganan banjir luapan kali lamong. Maka akan kita percepat pelaksanaannya," katanya, Kamis (21/1/2021).

Namun untuk merealisasikan program penanganan banjir Kali Lamong, Gus Yani meminta masyarakat bersabar. Sebab, program nawa karsa belum bisa direalisasikan sepenuhnya pasca dirinya bersama Bu Min dilantik. Sebab dalam APBD 2021, sebagian besar masih program Bupati Sambari- dan Wabup Qosim yang masuk di R-APBD 2021.

Menurutnya, program nawa karsa secara keseluruhan baru bisa direalisasi saat P-APBD 2021 nanti.

"Untuk sementara ini hanya yang benar-benar prioritas baru bisa kita laksanakan, karena nawa karsa sudah terwakili beberapa di R-APBD 2021. Selanjutnya, tunggu sampai pembahasan rancangan Kebijakan Umum Perubahan Anggaran-Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUPA-PPAS) Perubahan APBD Tahun Anggaran 2021 dan Kebijakan Umum Anggaran Perubahan Anggaran-Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD Tahun 2022 untuk bisa merealisasi nawa karsa secara keseluruhan," jelasnya.

Sementara Bu Min menyampaikan, bahwa program nawa karsa akan diupayakan terwujud dalam 100 hari kerja. Misalnya program perbaikan distribusi air bersih, agar tidak ada lagi permasalahan air, terutama di perkotaan.

"Perbaikan pelayanan PDAM segera kami realisasikan, karena kebutuhan masyarakat terhadap air bersih masih byarpet. Apa yang menjadi kesulitan selama ini, terutama di wilayah kota, akan kita perbaiki dalam 100 hari kerja," bebernya.

Pihaknya juga akan fokus pada pemulihan ekonomi masyarakat kelas menengah ke bawah dengan memberikan stimulus di sektor UMKM, terutama untuk pelaku usaha kalangan perempuan. Sebab, hingga saat ini sektor UMKM masih terdampak Covid-19. Menurutnya, belum sepenuhnya income dari home industry pulih. Apalagi saat ini juga diterapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

"Selain ada bantuan modal, pelaku usaha atau UMKM akan kami dampingi dari kualitas produknya sampai pemasarannya. Karena ekonomi di sektor UMKM saat ini masih belum benar-benar pulih dampak dari Covid-19," pungkasnya. (hud/rev)