​Lira Gresik Ajak Masyarakat Nyoblos pada Pilkada 9 Desember 2020

Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: M. Syuhud Almanfaluty
Jumat, 04 Desember 2020 20:38 WIB

Bupati Lumbung Informasi Rakyat (Lira) Kabupaten Gresik Wiwit Arhamur Ridlo. (foto: ist)

GRESIK, BANGSAONLINE.com - Bupati Lumbung Informasi Rakyat (Lira) Kabupaten Gresik, Wiwit Arhamur Ridlo mengajak masyarakat Kabupaten Gresik yang memiliki hak pilih agar datang ke tempat pemungutan suara (TPS) untuk nyoblos pada Pilkada 9 Desember 2020.

"Dengan ditetapkannya hari Rabu, 9 Desember 2020 sebagai libur nasional dalam rangka pemilihan kepala daerah serentak, Lira mengajak masyarakat Gresik supaya menyalurkan aspirasi suaranya di TPS di wilayah masing-masing. Jangan golput," ujar Wiwit kepada BANGSAONLINE.com, Jumat (4/12/2020) malam.

"Dari 330 desa dan 26 kelurahan, ada 2.267 titik TPS yang telah disiapkan KPU untuk pemilih mencoblos paslon yang dikehendaki," imbuh Wiwit.

Wiwit mengingatkan kepada para pemilih, untuk menyukseskan pemilihan kepala daerah serta memilih calon yang tepat dan sesuai hati nurani. "Hal ini untuk menjadikan Kabupaten Gresik lebih baik dan maju, bukan karena politik uang yang sudah tidak asing lagi terdengar di telinga kita," jelasnya.

Menurut Wiwit, saat ini sudah bukan zamannya golongan putih (golput). Terlebih, bagi kaum milenial (anak muda). "Jangan golput, karena suara kita sebagai penentu perubahan atau kemajuan daerah kita sendiri," tuturnya.

Wiwit kemudian mengungkapkan, bahwa KPU Gresik telah menetapkan DPT sebanyak 918.192 pemilih. Rinciannya, sebanyak 456.202 pemilih laki-laki dan 461.990 pemilih perempuan. "Suara 918.192 pemilih menjadi penentu pembangunan dan kemajuan Kabupaten Gresik lima tahun ke depan," ungkapnya.

Ia berharap, menjelang berakhirnya masa kampanye pada 5 Desember 2020 dan masuknya masa tenang pada 6-8 Desember 2020, masyarakat sudah memahami visi dan misi para Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Gresik 2020 dan sudah memiliki pilihan.

"Mengapa? Agar tidak salah pilih dalam menitipkan suara. Sebab, satu suara pemilih bisa menentukan masa depan Gresik lima tahun ke depan," pungkasnya. (hud/zar)