Beber Hasil Survei Jelang Pilbup Gresik, Tim Niat Klaim Jagonya Unggul Tipis Atas QA

Editor: Revol Afkar
Wartawan: Syuhud
Rabu, 02 Desember 2020 18:09 WIB

Paslon Gus Yani dan Bu Min saat mengikuti debat publik, beberapa waktu lalu. foto: ist.

GRESIK, BANGSAONLINE.com - Humas Tim Pemenangan Cabup-Cawabup No. 2 Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah (Niat), Sururi, S.Ag. menyampaikan hasil survei yang dilakukan dua lembaga jelang coblosan Pilkada Gresik, 9 Desember 2020.

Menurut Sururi, survei itu dilakukan dua lembaga, yakni dari Tim Internal Niat, dan salah satu Universitas Negeri (UN) di Surabaya. Dari hasil dua survei tersebut, kata Sururi, semuanya menunjukkan  bahwa elektabilitas atau tingkat keterpilihan Paslon Niat mengungguli Paslon QA (Qosim-Alif), meski dengan selisih tipis.

Sururi mengungkapkan, bahwa dua lembaga itu melakukan survei pada bulan Nopember 2020. "Kedua lembaga survei, hasilnya pasangan Niat menang dengan masing-masing undecided voters (belum menentukan pilihan) di angka 10,64 persen," kata Sururi, Rabu (2/12/2020).

"Untuk lembaga survei pertama, Niat unggul 1 persen. Niat elektabilitas unggul di angka 45,26 persen. Sedang paslon QA 44,10 persen. Sementara lembaga survei kedua, Paslon Niat elektabilitasnya di angka 49,87 persen. Sedangkan untuk Paslon QA dengan angka 43,58 persen," rinci Sururi.

"Hingga saat ini, keduanya masih melakukan survei terakhir untuk hasil 9 Desember 2020," tambahnya.

Dikatakan Sururi, kedua lembaga itu melakukan survei wawancara dengan responden yang berbeda. Dari Tim Internal Niat, survei melibatkan 1.004 responden, dengan margin of error 3,1 persen.

"Selain itu, Tim Niat juga melakukan simulasi spesimen di 356 desa dan kelurahan. Hasilnya, Niat mendapat 54,99 persen dan QA 45,01 persen. Maka, atas dasar itulah kami optimis, Niat yang bakal memenangi Pilkada Gresik 9 Desember," kata mantan Anggota DPRD Gresik dua periode 1999-2009 ini.

Disinggung klaim hasil simulasi PKB yang menyatakan QA mendapat 66,2 persen suara ketimbang Niat yang hanya 33,8 persen, Sururi menyatakan hal itu sah-sah saja.

"Namun sebagai catatan, teori survei menjelang hari coblosan, jumlah undecided voters atau pemilih yang belum menentukan pilihan itu semakin kecil. Karena perilaku pemilih, sudah punya pilihan. Jadi kami mempertanyakan klaim mereka yang surveinya ternyata angka undecided voters masih besar, yaitu 40,6 persen. Sangat tidak rasional," cetusnya.

Bahkan, Sururi menilai simulasi spesimen QA itu terlalu dibuat-buat. "Dugaan kami, mereka mencoba memainkan angka pemilih yang belum menentukan pilihan dengan memastikan golput. Mereka memainkan data dengan menjadikan angka undecided voters sebagi potensi angka golput," kata Sururi.

Dalam kesempatan ini, Sururi juga menyampaikan pesan Gus Yani maupun Bu Min, agar tim tidak lengah meski unggul. "Tetep meminta agar kompak dan waspada," pungkasnya. (hud/rev)