Hadapi Debat Publik Terakhir, Gus Yani-Bu Min Ajak Masyarakat Sambut Perubahan Gresik Baru

Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: M. Syuhud Almanfaluty
Rabu, 02 Desember 2020 16:35 WIB

Gus Yani-Bu Min saat melihat kondisi pertanian. (foto: ist)

GRESIK, BANGSAONLINE.com - Sebelum melakoni Debat Publik Pilkada Gresik putaran terakhir (kedua) pada Rabu (2/12/2020) malam nanti, Pasangan Cabup-Cawabup Gresik Nomor Urut 2 Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah (Niat) mengajak masyarakat Gresik untuk menyongsong Perubahan Gresik Baru.

Gus Yani-Bu Min, begitu pasangan dengan akronim "Niat" ini disapa, juga mengajak tim pemenangan, para relawan, dan simpatisan untuk terus bergerak solid demi terwujudnya Perubahan Gresik Baru.

Gus Yani-Bu Min, juga mengucapkan terima kasih kepada semua masyarakat Gresik yang telah memberikan kepercayaan dan dukungannya kepada Paslon Niat untuk bekerja lebih keras demi terwujudnya Perubahan Gresik Baru.

"Terima kasih kepada semua elemen masyarakat yang mendukung dan memberi amanah kepada saya dan Bu Min untuk mewujudkan Gresik baru yang mandiri, sejahtera, berdaya saing, dan berkemajuan serta berlandaskan akhlakul karimah," ujar Gus Yani di sela-sela simulasi debat, di Posko Niat, Rabu (2/12/2020).

Dalam kesempatan ini, Gus Yani juga mengajak masyarakat agar tidak golput pada coblosan 9 Desember. Sebab, masa depan Gresik lima tahun mendatang ada di tangan pemilih.

Karena itu, pihaknya mengajak masyarakat untuk terus menggelorakan semangat perubahan yang diwujudkan dengan mencoblos paslon nomor urut 2 di tempat pemungutan suara (TPS) pada 9 Desember 2020 mendatang.

"Masyarakat jangan ragu, jangan golput. Selama ini, segala potensi yang ada di Gresik kurang dimaksimalkan dengan baik. Karenanya, saya dan Bu Min siap memaksimalkan segala potensi itu demi terwujudnya Gresik baru," jelasnya.

Alumnus Unair Surabaya ini kemudian menyampaikan beberapa indikator gagalnya pembangunan di Gresik. Di antaranya, banjir, kondisi jalan, kelangkaan pupuk, hingga sulitnya mencari lapangan pekerjaan bagi masyarakat Gresik, sehingga berakibat pengangguran produktif di Gresik tahun 2020 nyaris tembus di angka 40 ribu.

"Oleh sebab itu, Niat ingin memaksimalkan pembangunan di Gresik agar tidak ada lagi banjir, kondisi jalan rusak, kelangkaan pupuk oleh petani, hingga sulitnya mencari lapangan pekerjaan bagi orang asli Gresik. Sehingga tidak ada lagi kata pepatah, ayam mati di lumbung padi sendiri," beber Gus Yani.

Ditambahkan Gus Yani, dalam Program Nawa Karsa yang diusung Paslon Niat, ada paket stimulus ekonomi. "Meningkatkan upah daerah, insentif pajak, pelatihan melalui modernisasi balai latihan kerja (BLK)," katanya.

Sementara itu, Bu Min menyampaikan jaminan kepada para pekerja. "Karena para pekerja adalah aset kita. Keamanan dan keselamatannya harus dijamin. Tanpa adanya perubahan, hal itu tidak akan tercapai," pungkasnya.

Sekadar diketahui, kedua Paslon Pilbup Gresik 2020, Niat (Gus Yani-Bu Min) dan QA (Qosim-Alif) akan kembali beradu gagasan dalam Debat Publik Pilkada Gresik 2020 putaran kedua (terakhir) yang digelar KPU Gresik di salah satu televisi swasta di Surabaya.

Tema yang telah disiapkan, yaitu Kebijakan Penanganan Covid-19, dan Penyelarasan Pembangunan Daerah dengan Nasional untuk Memperkokoh NKRI dan Kebangsaan.

Sesuai jadwal, acara debat dimulai pada pukul 19.00 WIB dan akan berlangsung selama dua jam yang tentunya digelar dengan menerapkan protokol kesehatan. (hud/zar)