Jamaah ITQON se-Kabupaten Kediri Dukung Dhito Seratus Persen

Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Muji Harjita
Selasa, 24 November 2020 23:36 WIB

Cabup Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, akrab disapa Dhito (masker putih) saat besilaturahmi dengan pengurus dan jamaah ITQON di Ponpes Sabilil Huda di Dusun Bukaan, Desa Keling, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri. foto: MUJI HARJITA/ BANGSAONLINE

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Calon Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana mendapat sambutan luar biasa saat besilaturahim dengan pengurus dan jamaah ITQON di Pondok Pesantren (Ponpes) Sabilil Huda di Dusun Bukaan, Desa Keling, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri, Selasa (24/11/20).

Bahkan, Dhito mendapat dukungan dari jamaah Ikatan Thoriqoh Qodiriyah Wa Naqsabandiyah (ITQON) se-Kabupaten Kediri. 

Dukungan itu disampaikan pada pertemuan silaturahim antara Dhito bersama pengurus dan jamaah ITQON di Pondok Pesantren (Ponpes) Sabilil Huda di Dusun Bukaan, Desa Keling, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri.

KH Abdul Muhaimin Jawahiri, Pengasuh Ponpes Sabilil Huda yang juga sebagai Ketua DPD ITQON Kabupaten Kediri mengatakan, sebagai umat Islam wajib hukumnya untuk memilih pemimpin, walaupun bukan dari golongannya.

“Di Kediri ini adanya cuma Mas Dhito yang muncul, maka kita harus memilih Mas Dhito, masa kita milih bumbung kosong,” tuturnya.

KH Abdul Muhaimin mengkhawatirkan kondisi yang terjadi jika tak ada pemimpin. "Pemerintah sendiri kalau ini nanti tidak ada pemimpinnya, program juga tidak akan bisa sampai di daerah, kan ya kasihan pada jamaah-jamaah kita," imbuh kiai kharismatik itu.

Sebelumnya, Dhito sudah berdilalog dan menampung berbagai masukan terkait pengembangan ponpes di Kabupaten Kediri. Dhito memaparkan sejumlah program untuk ponpes di Kabupaten Kediri, apabila nantinya ditakdirkan sebagai Bupati Kediri.

Di antaranya, insentif untuk guru ngaji dan guru madin, pesantrenpreunership serta bantuan hibah operasional ponpes.

"Ada satu hal yang saya pelajari dari thoriqoh yaitu belajar untuk ikhlas, lalu yang berikutnya tadi thoriqoh minta untuk dibuatkan semacam tugu peringatan bahwa ada kawasan pondok pesantren. Itu masukkan yang cukup baik," pungkas Dhito.

Usai silahturahim dengan Pengurus dan jamaah ITQON, Dhito melanjutkan perjalanan ke Desa Kebonrejo, Kecamatan Kepung untuk menemui kelompok tani di sana. Setelah berdialog dan mendengar aspirasi dari petani Desa Kebonrejo, Dhito berpamitan untuk melanjutkan perjalanan ke Desa Watugede, Kecamatan Puncu.

Di Desa Watugede, Dhito menemui pelaku UMKM dan meninjau taman baca dan berdialog dengan masyarakat. (uji/ian)