Sambut Pembelajaran Tatap Muka di Bulan Desember, Dispendik Gresik Pastikan 80 Persen Sekolah Siap

Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: M. Syuhud Almanfaluty
Selasa, 27 Oktober 2020 15:14 WIB

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, Mahin. (foto: ist)

GRESIK, BANGSAONLINE.com - Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto menggelar rapat dengan sejumlah kepala OPD dan Satuan Gugus Tugas (Satgas) Covid-19 membahas rencana pembelajaran tatap muka (PTM) yang dijadwalkan dimulai pada bulan Desember 2020 mendatang.

Bupati telah meminta dispendik (dinas pendidikan) dan Kemendepag agar melakukan persiapan matang terkait PTM di masa New Normal pandemi Covid-19.

Bupati mengingatkan agar PTM benar-benar dilaksanakan sesuai protokol kesehatan (prokes), baik untuk siswa maupun sekolah. Mulai disinfeksi ruang sekolah, kesiapan guru, kesiapan siswa, hingga proses keberangkatan maupun kepulangan siswa. Selain itu, jumlah siswa dalam satu kelas setiap PTM harus dibatasi. Termasuk PTM dibuat setiap hari atau model lain.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, Mahin membenarkan bahwa bupati telah menginstruksikan kepada jajaran dinas pendidikan agar melakukan persiapan matang menyongsong pemberlakuan PTM di sekolah SD dan SMP yang menjadi wewenang dispendik pada bulan Desember.

"Dispendik tengah melakukan persiapan untuk PTM pada Desember," ujar Mahin, didampingi Kabag Humas dan Protokoler Reza Pahlevi, Selasa (27/10/2020).

Menurut Mahin, saat ini pihaknya masih terus mendata kesiapan sekolah menyatakan siap menggelar pembelajaran tatap muka (PTM). Dalam waktu dekat, dispendik akan menggelar rapat penentuan PTM dengan Satgas Covid-19 dan komite sekolah. Rapat digelar minggu ini sambil menunggu selesainya pendataan kesiapan sekolah.

"Jadi, untuk data berapa sekolah yang siap PTM, datanya belum dilaporkan ke kami. Karena masih proses pendataan. Agar sekali jalan, minggu-minggu ini stakeholder terkait akan kami undang untuk rapat PTM," ucapnya.

Nantinya, kata Mahin, Satgas Covid-19 yang akan menentukan sekolah mana yang bisa melaksanakan PTM dan yang tidak. Dispendik hanya mengusulkan sekolah-sekolah yang siap secara sarana dan prasarana.

"Tapi, semua masih tergantung hasil rapat. PTM kapan mulai diberlakukan hingga sekolah mana saja yang sudah siap," tuturnya.

Berdasarkan hasil angket persetujuan wali murid baik SD maupun SMP terkait PTM, sedikitnya 80 persen sekolah di bawah naungan Dispendik Gresik menyatakan siap.

Dispendik Gresik mencatat, saat ini jumlah sekolah tingkat dasar di wilayah Kabupaten Gresik mencapai 828 sekolah, terdiri dari 389 SD negeri, 63 SD swasta, dan 376 MI (Madrasah Ibtidaiyah).

Sementara SMP mencapai 111 sekolah yang terdiri dari 34 SMP negeri dan 77 SMP swasta.

Meski mayoritas wali murid setuju PTM, masih ada beberapa yang menolak. Atas fakta tersebut, Dispendik Gresik menyatakan tidak perlu khawatir. Sebab, fasilitas pembelajaran jarak jauh (PJJ) tetap akan diberikan kepada siswa yang tidak ikut PTM. (hud/zar)