Tinjau Puskesmas Sooko Pasca Meninggalnya Nakes, Pjs Bupati Minta Penyintas Jadi Agen Perubahan

Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Yudi Eko Purnomo
Senin, 26 Oktober 2020 20:04 WIB

MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Tanpa kenal takut, Pjs Bupati Mojokerto Himawan Estu Bagijo meninjau langsung kondisi UPT Puskesmas Kecamatan Sooko, Senin (26/10) siang. Padahal, salah satu nakes pusat layanan masyarakat ini barusan meninggal dunia akibat terpapar Covid-19 pekan lalu.

Pelayanan Puskesmas Sooko tidak sepenuhnya ditutup, melainkan dibatasi jam operasionalnya yakni mulai pukul 07.30 hingga 12.00 WIB. Sementara, untuk layanan sore dan malam ditiadakan. Selain itu, juga diberlakukan sistem shift dan work from home (WFH) bagi para pegawai dan nakes yang bertugas. Peraturan ini juga berpengaruh pada pelayanan yang hanya berlaku untuk pasien rawat jalan.

Pjs Bupati Mojokerto dalam kunjungannya bertemu langsung dengan Plt Kepala UPT Puskesmas Sooko Raudotur Rofik yang juga merupakan penyintas Covid-19. Dirinya mengaku sempat menjalani perawatan di Puskesmas Gondang (khusus OTG), hingga dinyatakan berhasil sembuh.

Pjs Bupati Mojokerto menginginkan Roudotur menjadi bagian dari agen perubahan dalam usaha penyembuhan psikologi (psychological healing) terkait Covid-19 bagi masyarakat.

“Psikologi healing ini artinya penyembuhan secara psikologis, atau untuk mengurangi trauma pasien. Selain itu, ini upaya untuk menanamkan keyakinan jika kita patuh terhadap protokol kesehatan dan proses recovery, tidak perlu takut dan panik. Itu perlu disampaikan secara luas,” ungkap Himawan Estu Bagijo.

Himawan pada kesempatan itu juga turut memberikan semangat kepada nakes sebagai garda depan penanangan pasien Covid-19.

“Tetap semangat dan sabar. Bagaimanapun keadaannya, ini sudah bagian dari konsekuensi perkerjaan kita. Terima kasih telah menjadi bagian dari proses pelayanan masyarakat,” pungkasnya. (yep/ian)