​Proyek Padat Karya Dinas Perkim Kota Kediri Serap Tenaga Kerja Usia Produktif

Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Muji Harjita
Senin, 26 Oktober 2020 16:59 WIB

Peserta program padat karya di Kota Kediri saat bekerja. (foto: ist)

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Di Kota Kediri, asal mau berkeringat, akan mendapatkan pekerjaan. Demikian yang bisa dilihat dari pelaksanaan program padat karya yang dicanangkan oleh Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar, awal September 2020 lalu.

Proyek ini direalisasikan oleh Dinas PU, Dinas Perkim, dan Dinas Pertanian. Konsepnya proyek padat karya, yaitu sebuah pekerjaan yang bisa menyerap banyak tenaga kerja.

Budi Suprayitno, Ketua RT 08 RW 06 Keluruhan Pojok, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri menjelaskan bahwa ada 20 orang warganya saat ini sedang membersihkan gorong-gorong. Menurut Budi, lokasi tersebut paling mampet dan paling rendah di antara lokasi lain.

“Mereka itu para mahasiswa yang sudah lulus, sudah sarjana tapi belum dapat pekerjaan karena Covid-19,” kata Budi, Senin (26/10/2020).

Di Kelurahan Pojok, lanjut Budi, ada 4 kelompok yang melakukan pekerjaan pengerukan walet/sedimen selokan. Masing-masing kelompok terdiri dari 20-22 orang tenaga kerja dari warga setempat. Proyek ini sudah berlangsung dari tanggal 22 Oktober 2020.

Sementara itu, Hadi Wahjono, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Kediri menjelaskan bahwa di Dinas Perkim, proyek padat karya ada 4, yaitu pengedukan walet, perumahan tidak layak huni, pavingisasi jalan yang masih tanah, dan renovasi pagar makam. Total dana Rp 4,5 miliar.

"Program tersebut berasal dari usulan warga melalui kelurahan di tiga kecamatan Kota Kediri dan juga saran dari dinas," ujar Hadi.

Data sementara yang masuk dari 3 kecamatan, lanjut Hadi, untuk program pengedukan walet sejumlah 13.000 m2, pavingisasi sebanyak 61 titik (Kecamatan Kota 17 titik, Kecamatan Pesantren 21 titik, dan Kecamatan Mojoroto sebanyak 23 titik), serta renovasi pagar makam sebanyak 17 titik (Kecamatan Kota 2 titik, Kecamatan Pesantren 4 titik, dan Kecamatan Mojoroto 11 titik).

Ditambahkan oleh Hadi Wiyono, pengedukan walet akan dilakukan di lokasi yang rawan tergenang, yaitu Perumahan Wilis Indah 2, Perumahan Permata Hijau, Puri Panjalu, normalisasi Kelurahan Banaran (saluran lingkungan), normalisasi di Pesantren, dan Betet.

Sedangkan untuk program rumah tidak layak huni, sejauh ini yang diajukan sebanyak 88 rumah dari 3 kecamatan di Kota Kediri. Menurut Hadi, masing-masing mendapatkan dana Rp 20 juta untuk renovasi.

“Pemberian dananya dilakukan bertahap. Tahap pertama biasanya Rp 10 juta dulu. Dana ini sebagai pemancing saja. Biasanya akan ada kerja sama dan dukungan warga sekitar. Kerja sama inilah yang kita harapkan untuk meningkatkan solidaritas,” pungkas Hadi. (uji/zar)