Dinkes Batu Janjikan Vaksinasi Covid-19 pada Maret 2021

Editor: Revol Afkar
Wartawan: Agus Salimullah
Senin, 26 Oktober 2020 12:47 WIB

Ilustrasi.

KOTA BATU, BANGSAONLINE.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu dibantu Dispendukcapil mulai melakukan pendataan kelompok penerima vaksin Covid-19. Dijadwalkan vaksinasi akan dilakukan pada Maret 2021 nanti. Pendataan ini dilakukan untuk memastikan jumlah penerima vaksin Covid-19.

Untuk sementara, dinkes memprioritaskan kelompok penerima vaksin yang terdiri dari TNI/Polri, tokoh masyarakat, tenaga pendidik, masyarakat umum, dan ASN. Kelompok tersebut diklaim sebagai kelompok berisiko.

Kepala Dinkes Kota Batu, drg. Kartika Trisulandari menargetkan 80 persen penduduk Kota menerima vaksin Covid-19. Rentang usia yang dipilih mulai 15 hingga 59 tahun. Meski begitu, pihaknya mengaku belum tahu pasti berapa jatah yang didapat Kota Batu dari Pemerintah Pusat.

Dinkes sendiri sudah mengajukan Rp 2,9 miliar dalam RAPBD 2021 yang akan dialokasikan untuk pengadaan jarum suntik, alat pelindung diri, dan berbagai perlengkapan penunjang lainnya.

“Satu orang akan menerima dua kali suntik vaksin. Interval waktunya 14 hari setelah penyuntikan pertama,” ujar Kartika.

Pemerintah Pusat akan melakukan uji coba vaksin mulai November 2020, dan akan dievaluasi pada akhir Januari 2021. Apabila hasil evaluasi membawa dampak positif, baru akan didistribusikan menyeluruh ke daerah-daerah.

“Saat ini kan uji coba 1.600-an orang, itu nanti review-nya akhir Januari. Kalau dari timeline-nya, memang Maret. Jawa dan Bali diprioritaskan karena kasusnya banyak,” ujarnya.

“Sumber daya manusia untuk vaksinasi juga akan disiapkan. Mereka mendapat pelatihan yang difasilitasi Dinkes Kota Batu. Pelatihan yang diperoleh yakni, metode penyuntikan dan berbagai prosedur lainnya yang berkaitan dengan vaksin. Mulai dilatih petugas vaksinatornya. Ini mau masuk ke gelombang kedua dari puskesmas. Disegarkan kembali tentang tata cara penyuntikannya,” ujarnya.

Saat ini SDM yang ada di Kota Batu dinyatakan cukup secara kuantitas. Menurut Kartika, SDM yang terdiri dari perawat dan bidan sudah mumpuni melakukan vaksinasi.

Dalam kesempatan ini, Kartika memastikan jika vaksin Covid-19 diberikan secara cuma-cuma atau gratis. Meski sudah ada rencana vaksinasi, Kartika mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga protokol kesehatan. Karena Covid-19 butuh waktu penanganan yang agak lama seiring dengan perkembangan mutasinya yang terbilang unik.

“Namanya vaksin itu tidak melindungi 100 persen. Vaksin sejak bayi saja masih mungkin terkena sakit, tapi ketika kena tidak terlalu parah,” ungkapnya. (asa/rev)