Gelar Tiga Kali HSN, Kiai Asep: Karena Fatwa Hadratussyaikh Terjadi Pertempuran Heroik

Editor: MMA
Sabtu, 24 Oktober 2020 07:49 WIB

Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, M.A. hormat bendera dalam acara peringatan Hari Sanri Nasional (HSN) di Pondok Pesantren Amanatul Ummah Pacet Mojokerto, Jumat (23/10/2020) sore. foto: MMA/bangsaonline.com

MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, M.A. mengatakan bahwa Indonesia bisa merdeka dan mempertahankan kemerdekaan karena jasa para santri dan kiai.

“Karena fatwa Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari yang menghukumi fardlu ain, wajib individu, melawan penjajah. Jika gugur dalam pertempuran mati syahid, maka terjadilah peristiwa heroik. Santri tahu fardlu ain sehingga kita bisa mempertahankan kemerdekaan, meski senjata kita tidak imbang,” kata Kiai Asep Saifudin Chalim dalam acara peringatan Hari Santri Nasional (HSN) yang diikuti ribuan santri Pondok Pesantren (PP) Amanatul Ummah Pacet Mojokerto, Jumat (23/10/2020) sore.

Karena itu, tegas Kiai Asep, bangsa Indonesia berdosa, jika tidak ada upaya untuk mewujudkan Indonesia adil dan makmur sesuai cita-cita para pejuang kemerdekaan RI. Sebab para kiai dan santri telah berkoban jiwa dan raga untuk mengusir penjajah dan memerdekakan Republik Indonesia.

Tapi jika ada upaya, meski belum berhasil sepenuhnya, kita tidak berdosa. Karena itu Kiai Asep berharap para santri Amanatul Ummah bisa melanjutkan perjuangan dan cita-cita para kiai dan santri yang telah jadi pahlawan dengan cara mewujudkan Indonesia adil dan makmur.

“Jadi ulama besar yang bisa menerangi dunia atau jadi pemimpin dunia dan Indonesia, menjadi konglomerat yang bisa berkontribusi maksimal, atau menjadi profesional yang berkualitas,” harap Kiai Asep kepada para santrinya yang memang digariskan sebagai cita-cita utama Amanatul Ummah.

Dalam acara yang digelar di lapangan PP Amanatul Ummah itu, Kiai Asep minta maaf karena peringatan HSN ini tidak digelar pada tanggal 22 Oktober. “Saya kemarin mimpin acara Hari Santri di Luwimunding Majalengka Jawa Barat,” kata Kiai Asep Saifuddin Chalim yang juga Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu).

Kiai Asep memang memiliki pondok pesantren di berbagai tempat dan puluhan ribu santri. Kiai Asep selain pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah di Surabaya dan Pacet Mojokerto, juga pengasuh pondok pesantren di kampung halamannya di Luwimunding Majalengka Jawa Barat. Bahkan di Pacet, Kiai Asep juga mengelola beberapa pondok pesantren dan lembaga pendidikan, di samping Amanatul Ummah sendiri. Di antaranya, Hikmatul Ummah yang santrinya digratiskan dari semua biaya, termasuk SPP, makan, dan antarjemput. Karena itu Kiai Asep harus membagi waktu dalam memperingati HSN.

Otomatis ia memperingati HSN di tiga tempat. “Tahun depan saya akan atur waktunya sehingga saya bisa mengadakan acara peringatan Hari Santri pada tangal 22 di sini (Amantul Ummah Pacet),” kata Kiai Asep yang dikenal sebagai ulama miliarder tapi dermawan.

Peringatan HSN di PP Amanatul Pacet dibagi dua. Peringatan HSN pada pagi hari diikuti para santri Madrasah Aliyah (MA) dan Sekolah Menengan Atas (SMA), sedang sore hari diikuti para santri Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Maklum, Kiai Asep memiliki sekitar 10 ribu santri.

Dalam peringatan HSN, PP Amanatul Ummah melibatkan banyak personel TNI dan kepolisian. Termasuk pembinaan para santri dalam pelaksanaan upacara. Bahkan yang bertindak sebagai Inspektur Upacara adalah Danramil 0815/16 Pacet Kpt Inf Heru Widodo Cahyono Putro.

Dalam sambutannya, Heru Widodo menegaskan bahwa jasa santri dan kiai atau ulama sangat besar terhadap bangsa Indonesia. “Tanpa pengorbanan dan perjuangan santri dan ulama mungkin Indonesia tak bisa bersatu seperti sekarang. Karena itu tidak salah jika pemerintah menetapkan Hari Santri Nasional,” katanya. (MMA)