Warga Benjeng Rindu dengan Ceramah Cabup Qosim

Editor: Revol Afkar
Wartawan: Syuhud
Kamis, 22 Oktober 2020 11:04 WIB

Cabup dan Cawabup Qosim-Alif ketika menyapa warga Benjeng. foto: ist.

GRESIK, BANGSAONLINE.com - Warga Kecamatan Benjeng rindu dengan ceramah agama dari Wabup Moh. Qosim, yang saat ini mencalonkan diri menjadi cabup pada Pilbup Gresik 2020.

Hal ini disampaikan warga Desa Bulurejo dan Metatu Kecamatan Benjeng saat Cabup dan Cawabup Nomor Urut 1, Moh. Qosim dan Asluchul Alif (QA) blusukan ke dua desa tersebut, Rabu (21/10/2020).

Kedatangan QA disambut antusias warga. Mereka satu per satu berjabat tangan dan meminta foto bersama.

Di Dusun Purworejo, Desa Metatu Kecamatan Benjeng, Qosim dan Alif kompak jalan kaki menyusuri jalan perkampungan dengan diiringi shalawat QA version, sambil menyalami satu per satu warga yang sudah menunggu di luar rumah.

Banyak warga yang bergantian meminta foto bersama cabup dan cawabup dengan jargon 'Gresik Ayem Tentrem' ini.

Kegiatan blusukan yang dilakukan Qosim-Alif ini tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes) Covid-19. Sinta, salah satu warga Purworejo mengaku senang dengan kedatangan Qosim dan Dokter Alif ke dusunnya.

Apalagi selama ini, warga mulai jarang bertemu dengan sosok Qosim karena pandemi Covid-19, sehingga nyaris tidak ada kegiatan seperti pengajian dan ceramah.

"Pak Qosim biasanya datang ke sini dan mengisi kegiatan pengajian. Alhamdulillah sekarang bisa ketemu lagi, sukses Pak Qosim," ungkap perempuan berusia 30 tahun ini.

Bukan hanya pengajian, Qosim juga dirindukan oleh warga, khususnya di kalangan ibu-ibu. Mereka rindu ceramah Qosim setelah salat subuh berjamaah.

"Senang orangnya dermawan, sangat baik dan cepat kenal dengan orang. Semua disapa dan enak saat memberikan ceramah agama setelah jamaah subuh," ujar Mujaiyyah (42), warga lainnya.

Menurut Mujaiyyah, Qosim merupakan pribadi yang baik dan ramah. Jika ada masyarakat yang kurang mampu langsung bertindak. "Saya suka Pak Qosim karena orangnya ramah, berpengalaman, dan bisa ceramah agama. Kalau ada bencana juga langsung tanggap," ungkapnya.

Hal senada diungkapkan Lastia, warga setempat. Perempuan berusia 55 tahun itu mengakui, bahwa sosok Qosim memang sangat piawai dalam berceramah serta pecinta sholawat.

"Biasanya setiap Jumat pagi ada sholawatnya Pak Qosim di Radio Gresik. Dan beliau itu sangat cocok jadi pemimpin Gresik bersama Pak Dokter Alif," katanya.

Tri Adi Setiawan, warga lainnya menambahkan bahwa Qosim juga merakyat. "Bahkan sama orang yang baru dikenalnya saja bisa langsung akrab, dan juga srawungan dengan orang," kata pemuda 20 tahun ini.

Karena itu, ia menilai Qosim-Alif sangat pantas untuk bisa memimpin Kabupaten Gresik ke depannya. "Pak Qosim orangnya sudah berpengalaman di pemerintahan, lalu Dokter Alif pendampingnya itu sangat respons kepada rakyat. Insya Allah jika ditakdirkan menjadi bupati dan wakil bupati, Qosim-Alif akan tetap merawat yang sudah berjalan dengan baik, dan mengambil hal baru dengan baik pula," paparnya.

"Semoga Pak Qosim dan Dokter Alif melalui ikhtiarnya dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakat kecil yang ada di desa, serta pembangunan jalan di desa," sambung Khozin (32), warga lain. (hud/rev)