Direktur LPB: Mayoritas Masyarakat Gresik Kenal Qosim

Editor: Tim
Wartawan: M. Syuhud Almanfaluty
Rabu, 21 Oktober 2020 11:38 WIB

Novantoro: foto: ist/ bangsaonline.com

GRESIK, BANGSAONLINE.com - Direktur Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lembaga Pemantau Birokrasi (LPB) Kabupaten Gresik, Novantoro mengungkapkan, bahwa LBP sudah melakukan identifikasi di 16 kecamatan dari 18 kecamatan se-Kabupaten Gresik jelang coblosan Pilbup Gresik 9 Desember 2020.

Ke-16 kecamatan tersebut baik di wilayah Gresik Selatan, yakni Wringinanom, Driyorejo, Kedamean, Menganti, Balongpanggang, Benjeng, dan Cerme. Kemudian, wilayah tengah yakni Duduksampeyan, Kebomas, dan Gresik. Serta wilayah Utara yakni, Manyar, Bungah, Sidayu, Ujungpangkah, Dukun, dan Panceng.

"Identifikasi tersebut terkait tingkat keberterimaan (akseptabilitas) maupun potensi keterpilihan (elektabilitas) dua Cabup dan Cawabup Gresik. Yaitu, paslon nomor urut 1, Moh. Qosim dan Asluchul Alif (QA), dan paslon nomor urut 2, Fandi Akhmad Yani dan Aminatun Habibah (Niat)," terangnya.

"Dari identifikasi LPB di desa dan kelurahan di 16 kecamatan itu. Pak Qosim paling diketahui atau terkenal di antara para calon. Itu terjadi sampai di pelosok-pelosok desa," ungkap Novan kepada BANGSAONLINE.com, Rabu (21/10/2020).

Selain Qosim yang paling terkenal, mayoritas masyarakat juga lebih condong akan memilih paslon QA (Qasim-Alif) di Pilbup 9 Desember. "Hal ini sudah LBP cek dari desa ke desa dari dusun ke dusun, dari kelurahan ke kelurahan, dari RW ke RW, dan dari RT ke RT. Mayoritas condong ke QA," jelas Novan.

Namun demikian, ada sejumlah desa dan kecamatan yang menurut LPB masuk zona merah untuk QA. Seperti di Desa Wadak dan sejumlah desa lain di Kecamatan Duduksampeyan. Juga di Kecamatan Benjeng, Balongpanggang, dan Menganti.

"Di tiga kecamatan itu masyarakat di desa-desa yang digerakkan oleh tokoh-tokoh lebih condong ke Niat. Makanya, saya kategorikan zona merah untuk QA," terangnya.

Novantoro juga mengungkapkan ada sejumlah kecamatan yang berimbang. Di antaranya, Kecamatan Kebomas, Gresik, Duduksampeyan, dan Bungah.

"Di kecamatan itu berdasarkan identifikasi LBP, QA dan Niat bertarung keras merebutkan suara pemilih. Namun, QA tetap akan menang meski terpautnya tak signifikan. Tapi, khusus Kecamatan Kebomas QA bakal menang dengan selisih cukup besar dari Niat," jelasnya.

Sementara untuk kecamatan lain, seperti Manyar, Dukun, Sidayu, Panceng, Ujungpangkah, Kedamean, Driyorejo dan Wringinanom, QA bakal menang telak. "Unggul sangat signifikan QA di kecamatan tersebut," kata Novan.

Dari data identifikasi LPB di desa dan kecamatan dimaksud, tambah Novan, QA potensi bakal menang Pilbup Gresik 2020, dengan perolehan suara signifikan. "Data awal LBP QA akan menang di angka 63 persen. Namun, potensi masih bisa naik," pungkasnya. (hud)