Begini ​Geliat Pementasan Teater di Tengah Pandemi Covid-19

Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Gunawan Wihandono
Senin, 19 Oktober 2020 18:24 WIB

Pementasan Restorasi Teater Tuban. (foto: ist)

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Meski pandemi Covid-19 masih belum menunjukkan tanda-tanda segera berakhir, namun geliat seni pertunjukan tak pernah ada kata surut.

Hal itu ditunjukkan dengan pementasan Restorasi Teater Tuban oleh Komunitas Teater Tuban (KTT) di Gedung Budaya Loka selama 3 hari, yakni Sabtu hingga Senin (17-19/10/2020).

Pentas teater yang mengangkat tema "Restorasi" ini merupakan agenda pementasan ke-8 secara berturut-turut sejak dimulai tahun 2012 lalu. Setidaknya, 6 komunitas teater ikut serta ambil bagian untuk meramaikan pertunjukan yang diselenggarakan dengan penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 secara ketat.

"Pentas tetap kita laksanakan agar semangat berkesenian tetap terjaga. Protokol kesehatan juga kita terapkan dengan ketat. Jumlah penonton kita batasi dan jarak antarpenonton juga kita atur," kata Ketua Panitia Restorasi Teater Tuban, Hendy Figo Utomo, Senin (19/10/2020).

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa pelaksanaan pementasan teater ini juga sudah mendapat persetujuan dari Tim Satgas Covid-19 Tuban.

"Karena itu saat pementasan SOP pencegahan Covid-19 sangat kita perhatikan. Penonton kita batasi sebanyak 50 sampai 75 orang. Sebelum masuk juga kita cek suhu tubuh, wajib cuci tangan, dan memakai masker," ujarnya.

Tak hanya itu, lanjutnya, penyelenggaraan pentas di tengah pandemi ini sebagai bentuk pemberian wadah proses berkesenian para pelaku teater di Tuban. Sebab, selama pandemi Covid-19, hampir tidak ada kegiatan ataupun lomba sebagai proses berteater.

"Kita ingin pelaku teater di Tuban tetap bisa berproses. Jadi kita dari KTT berusaha agar tetap bisa menggelar pementasan meski pandemi," paparnya.

Sementara itu, Penanggung Jawab Kegiatan Restorasi Teater Tuban, Fuady Kresna menambahkan, tema restorasi diambil karena sudah hampir setengah tahun tidak bisa berkegiatan.

"Pandemi membuat ruang dan waktu menyempit dan terbatas. Begitupun dengan keadaan teater saat ini. Hampir tak ada bunyi lagi. Karena itu kita merestorasi untuk meningkatkan kembali geliat teater di Tuban," tutur Fuady.

Melalui pertunjukan ini, KTT ingin memperlihatkan bahwa teater Tuban tetap bisa eksis meski dalam situasi dan kondisi yang terbatas. Keterbatasan ruang dan waktu akibat pandemi tidak mengikis semangat pecinta teater Tuban untuk tetap terus berproses serta berkarya.

"Harapan ke depan pemkab bisa terus mendukung pelaku kesenian di Tuban. Yang pasti kita juga ingin Tuban punya gedung kesenian," jelas Fuady.

Sekadar diketahui, 6 komunitas teater yang ikut dalam pertunjukan Restorasi Teater Tuban tersebut, yakni Teater Hitam Putih, Teater Micro, Teater Mata, Teater Air, Teater D’Blozzo, dan Teater Hawa. (gun/zar)