Terus Tegakkan Protokol Kesehatan, Operasi Aman Nusa II Polda Jatim Kembali Sasar Warung dan Cafe

Editor: Revol Afkar
Wartawan: Anatasia Novarina
Kamis, 15 Oktober 2020 11:56 WIB

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Upaya untuk menekan atau bahkan meniadakan penularan Covid-19 di wilayah Jatim, khususnya Kota Surabaya, terus dilakukan Polda Jatim bersama stakeholder dan semua elemen masyarakat.

Salah satu langkah utama yang dilakukan guna menekan penularan Covid-19, yaitu menegakkan disiplin protokol kesehatan, meliputi physical distancing, pakai masker, dan sering cuci tangan dengan antiseptik atau sabun.

Rabu (14/10) malam, Polda Jatim melakukan patroli gabungan skala besar melibatkan Satpol PP Provinsi Jatim, Banser, serta unsur mahasiswa dan masyarakat yang terkemas dalam Ops Aman Nusa II 2020.

Kegiatan ini diawali dengan apel persiapan di bawah Gedung Patuh, selanjutnya rombongan petugas patroli mendatangi beberapa tempat warkop atau caffe. Yakni di Rolag Cafe jalan Prapanca Surabaya, Mie Kober jalan Chairil Anwar Surabaya, dan kuliner di sekitar Taman Apsari Surabaya.

Selain memberikan imbauan kepada masyarakat untuk tetap menegakkan protokol kesehatan, petugas memeriksa sarana dan prasarana yang harus disediakan untuk protokol kesehatan bagi usahawan. Untuk pengunjung yang didapati melanggar protokol kesehatan, petugas Satpol PP menyita identitas diri atau KTP.

"Kegiatan penegakan terhadap protokol kesehatan ini akan terus dilakukan Polda Jatim dengan pelibatan stakeholder dan elemen masyarakat sampai ada pernyataan dari aparat yang berwenang bahwa pandemi Covid-19 dinyatakan aman," jelas Kabidhumas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko.

"Bahkan pada saat Hari Jadi Propivinsi Jawa Timur ke-75, bapak Presiden Jokowi memberikan apresiasi kepada Jatim yang telah berhasil menekan perkembangan Covid-19 dan bisa dijadikan contoh bagi provinsi lain di Indonesia," imbuh Trunoyudo. 

Menurutnya, selama ini Polda Jatim juga telah membantu melakukan segala upaya demi bangkitnya perekonomian masyarakat Jawa Timur pasca pandemi Covid-19 yang meluluhlantakkan tatanan. (ana/rev)