Tentara Korea Utara Tembak Mati dan Bakar Tubuh Pejabat Korea Selatan

Editor: Choirul
Kamis, 24 September 2020 22:11 WIB

Tentara Korea Selatan mengunci pintu masuk ke pantai di pulau Yeonpyeong, dekat garis batas utara perbatasan laut dengan Korea Utara. Ed Jones / AFP - Getty Images file

BANGSAONLINE.com - Korea Utara menembak lalu membakar tubuh pejabat Korea Selatan, demikian tuding Seoul.

Pejabat itu, digambarkan sebagai Tuan A, berusia 47 tahun, sedang melakukan perjalanan dengan kapal milik pemerintah sekitar satu mil di lepas pantai Pulau Yeonpyeong Korea Selatan, yang terletak di lepas pantai barat semenanjung Korea di dekat perbatasan maritim yang disengketakan dengan Korea Utara.

Presiden Korea Selatan Moon Jae-in menyebut insiden itu "mengejutkan" dan "sangat disesalkan".

Jenderal Ahn Young-ho, yang bertanggung jawab atas operasi di Kepala Staf Gabungan Korea Selatan, mengatakan dalam jumpa pers, militer menerima laporan tentang seorang pejabat hilang yang berafiliasi dengan kementerian kelautan dan perikanan pada hari Senin.

Mengutip sumber intelijen, Ahn mengatakan Korut menembak pejabat itu setelah dia ditemukan di perairan Korut dan tubuhnya dibakar. "Kami mengutuk keras kebrutalan Korea Utara dan sangat menuntut agar Korea Utara memberikan penjelasan dan menghukum mereka yang bertanggung jawab," tambahnya.

Presiden Moon mengatakan insiden itu "tidak dapat ditoleransi dengan alasan apapun," kata juru bicaranya, Kang Min Suk, yang memicu kekhawatiran insiden ini dapat semakin memperburuk hubungan antara kedua Korea, yang sudah menemui jalan buntu, terkait upaya Pyongyang untuk mendapatkan senjata nuklir.

Seorang pejabat Kementerian Unifikasi Korea Selatan mengatakan kepada NBC News, mereka mencoba menjalin kontak dengan Korea Utara tentang insiden ini.

Kementerian Pertahanan Korea Selatan mengatakan mereka berasumsi bahwa pejabat yang hilang itu mungkin mencoba pergi ke Korea Utara secara sukarela karena dia menghindari kamera pengintai kapal, meninggalkan sepatunya dan mengambil apa yang mereka sebut sebagai "benda mengambang".

 

sumber : www.nbcnews.com