​Gowes di Bojonegoro, Gubernur Khofifah Bagi Sembako dan Sosialisasi Pakai Masker yang Benar

Editor: MMA
Minggu, 20 September 2020 19:50 WIB

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa gowes bersama para penyintas Covid-19 untuk sosialisasi protokol pencegahan Covid-19 di Bojonegoro, Minggu (20/9). foto: ist/ bangsaonline.com

BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa terus menyisir daerah untuk mengampanyekan pentingnya memakai masker kepada masyarakat. Hari ini, Minggu (20/9), Gubernur Khofifah gowes bersama para penyintas Covid-19 untuk sosialisasi protokol pencegahan Covid-19 di Bojonegoro.

Gubernur Khofifah didampingi Bupati Bojonegoro Hj. Anna Muawanah, Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono, jajaran Forkopimda Bojonegoro, dan beberapa kepala OPD di lingkup Pemprov Jatim maupun Kabupaten Bojonegoro.

Dengan penuh semangat dan mengenakan kaos hitam bertuliskan "Pakai Masker" warna oranye, gubernur perempuan pertama Jatim itu menegaskan bahwa saat ini memakai masker bukan sekadar kewajiban, melainkan sebuah kebutuhan bagi masing-masing individu.

"Saya ingin menyampaikan kepada warga Bojonegoro supaya patuh dengan Protokol Kesehatan. Ekonomi sehat, masyarakat sehat. Jadi kuncinya adalah patuhi protokol kesehatan," ungkap Khofifah.

Gowes ini dimulai dari halaman Kantor Bakorwil Bojonegoro yang dilanjutkan ke Alun-Alun Kabupaten Bojonegoro. Lalu menyinggahi Pasar Kota, Radio Istana, hingga di Stasiun Bojonegoro.

Di setiap titik, Khofifah tidak lupa membagi masker sambil berpesan agar disiplin menggunakan masker yang aman benar. Sebab menggunakan masker saja belum cukup, melainkan menggunakan masker dengan aman dan benar, itulah yang dijadikan benteng terlindungi dari covid-19.

Gubernur Khofifah mengatakan bahwa memakai masker adalah salah satu hal sederhana namun memiliki dampak yang besar bagi pemutus mata rantai penyebaran covid-19. Masyarakat bisa tetap produktif namun aman dan terlindungi dari COVID-19 jika disiplin pakai masker yang benar.

"Edukasi terus kami tingkatkan. Kalau dulu cukup gunakan masker, kalau sekarang gunakan masker yang aman dan benar. Berarti itu jangan di bawah hidung apalagi di bawah dagu. Kemudian gunakan masker yang secure yang betul-betul bisa melindungi diri kita dan orang-orang yang ada disekitar kita," tegasnya.

"Masker ini memberikan signifikansi terhadap perlindungan diri dan orang lain, masker menjaga kita untuk tetap aman dan produktif," lanjut Khofifah.

Tak hanya membagikan masker, orang nomor satu di Pemprov Jatim itu juga membagikan sembako kepada para pedagang kecil, para PKL, tukang becak, tukang parkir, pengendara ojol, sopir bemo, dan masyarakat kurang mampu  gowes.

Koperasi sebagai pengungkit Perekonomian Indonesia harus ditingkatkan manajemen dan daya saing produknya

Setelah melangsungkan gowes, rombongan Gubernur Jatim melanjutkan agendanya, yaitu menghadiri HUT Koperasi Kareb ke-44 di Gedung Koperasi Kareb, Kabupaten Bojonegoro.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah berharap agar eksistensi koperasi bisa terus mendorong pertumbuhan ekonomi di Bojonegoro dan Jawa Timur, bahkan Indonesia agar lebih produktif.

Dirinya menjabarkan, keberadaan UMKM dan Koperasi sendiri berkontribusi terhadap 54 persen PDRB Jawa Timur. Oleh sebab itu, pergerakan ekonomi melalui koperasi juga menjadi bagian yang penting untuk mensinergikan dengan kekuatan ekonomi yang lain.

"Sinergitas, kolaborasi adalah sebuah keniscayaan yang harus kita bangun hari ini," ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Khofifah juga pesan agar pelaku UMKM dan koperasi terus menguatkan jaringan serta meningkatkan keterampilannya untuk menjual secara online. Teknis promosi dan format produk yang ditawarkan lengkap dengan legalitas izinnya agar dilengkapi. Maka kordinasi dengan disperindag kabupaten serta provinsi menjadi penting agar kemampuan manajerial dan daya saing produk UMKM dan koperasi kita makin meningkat. (tim)