Gubernur​ Khofifah Serahkan 25 Unit Ventilator ke 15 RS & Masker pada Relawan 9 Ex-Karesiden Madiun

Editor: MMA
Sabtu, 19 September 2020 12:27 WIB

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, menyerahkan secara simbolis ke-25 ventilator tersebut kepada 15 perwakilan RS se-Ex Karesidenan Madiun di Pendopo Kabupaten Madiun pada Jum'at (18/9) sore. foto: ist/ bangsaonline.com

MADIUN, BANGSAONLINE.com - Penyerahan bantuan ventilator ke berbagai Rumah Sakit (RS) Rujukan Covid-19 di Jawa Timur memasuki batch kelima. Kali ini giliran sembilan daerah ex-Karesidenan Madiun, mendapatkan bantuan 25 unit Ventilator yang dibagi kepada 15 RS Rujukan Covid.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, menyerahkan secara simbolis ke-25 ventilator tersebut kepada 15 perwakilan RS se-Ex Karesidenan Madiun di Pendopo Kabupaten Madiun pada Jum'at (18/9) sore. Ke-15 RS itu tersebar di Nganjuk, Ponorogo, Tulungagung, Ngawi, Trenggalek, Magetan, Pacitan, Kota Madiun dan Kab. Madiun.

"Ini adalah etape kelima kita membagi ventilator ke rumah sakit yang membutuhkan ventilator," ungkap Gubernur Khofifah di Madiun, Jum’at (18/9).

Ventilator ini merupakan bantuan dari USAID melalui Kementerian Kesehatan. Total ada 210 ventilator dari Kementerian Kesehatan yang rencananya akan diserahkan secara bertahap ke kab/kota lain di Jatim yang masih membutuhkan.

Selain ventilator, dalam acara ini juga diserahkan bantuan berupa 29.500 pcs masker dengan rincian, 28.500 pcs untuk relawan Dinsos (Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) dan Tagana), dan 1.000 pcs untuk relawan Dinas PMD (Pendamping desa)

Pembagian masker kepada tim relawan ini untuk mendukung penegakan disiplin protokol kesehatan di wilayah Bakorwil Madiun. Hal ini sejalan dengan dilaunchingnya Tim Nadirotan yang dibentuk oleh Kapolres Madiun dengan dukungan Pemkab Madiun serta Forkopimda Kabupaten Madiun di Taman Kota Caruban siang harinya. Kegiatan ini akan dilaksanakan secara continue, bekerja sama dengan seluruh paguyuban yang ada di Kab. Madiun.

"Masker ini bukan tuntutan, bukan kewajiban tetapi kebutuhan. Kita butuh sehat, lingkungan kita juga harus aman dan sehat, maka kita butuh masker. Ini adalah kebutuhan," pesan Khofifah kepada masyarakat Jawa Timur.

Gubernur Khofifah bersama Forkopimda juga meresmikan Tim penegak disiplin protokol kesehatan desa. Tim ini merupakan bentukan yang terdiri dari berbagai tokoh dan elemen masyarakat yang tersebar di seluruh dari berbagai desa yang bertugas mengawal dan menjadi pelopor penegak disiplin protokol kesehatan di tingkat desa hingga RT/RW.

"Tim relawan ini bisa jadi front liner untuk mengajak masyarakat disiplin terhadap protokol kesehatan," imbuhnya kembali.

Tim ini harus menyatu dengan tiga pilar yang tercermin dalam simbol "NADIROTAN" yang merupakan unsur terdepan secara sukarela di masyarakat yang dapat menjadi tauladan dalam upaya mendisiplinkan masyarakat memakai masksr, menjaga jarak dan mencuci tangan.

Bupati Dawami yang ikut mendampingi Gubernur Khofifah menyampaikan bahwa di Kab. Madiun akan secara tertib melakukan operasi Yustisi guna meningkatkan ketertiban protokol kesehatan di masyarakat.

Turut mendampingi kunjungan kerja Gubernur Khofifah antara lain Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Sosial serta Kepala Dinas Kominfo, Kepala BPSDM serta Karo Kessos. (tim)