Di Depan Gubernur, Bupati Sambari Ungkap Pembangunan Mega Proyek di Masa Pandemi

Editor: Yudi Arianto
Wartawan: M Syuhud Almanfaluty
Kamis, 17 September 2020 17:48 WIB

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat acara penyerahan bantuan ventilator di Kantor Pemkab Gresik. foto: SYUHUD/ BANGSAONLINE

GRESIK, BANGSAONLINE.com - Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto di hadapan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyampaikan sejumlah mega proyek yang dibangun Pemkab Gresik selama pandemi Covid-19.

Hal itu diungkapkan Bupati Sambari saat menerima sejumlah bantuan berupa ventilator dari Gubernur Khofifah untuk rumah sakit (RS) rujukan Covid-19 di Kabupaten Gresik, Lamongan, Jombang, Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD), 5.000 masker, dan sejumlah bantuan lain di Kantor Pemkab Gresik, Kamis (17/9/2020).

Menurut Sambari, mega proyek yang berhasil dibangunnya di saat pandemi Covid-19 di antaranya, jalan underpass di Bukit Randuagung di Jalan Dr. Wahidin S.H, dan pembangunan Islamic Center di Kecamatan Balongpanggang. "Kami juga saat ini membangun gedung Mapolres Gresik, Kantor Kejaksaan, dan Kantor Kodim 0817," ungkap Bupati. 

"Untuk pembangunan Kantor Mapolres Gresik beserta tanahnya menelan biaya sekira Rp 175 miliar," sambungnya.

Menurut Sambari, terwujudnya sejumlah mega proyek menunjukkan keberadaan Covid-19 tak menghambat pembangunan. "Pembangunan di Gresik jalan terus, meski pandemi Covid-19," tandasnya.

Pada kesempatan itu, Sambari juga mengungkapkan bahwa Pemkab Gresik telah melakukan anstisipasi terhadap tingginya kasus Covid-19 di DKI Jakarta.

"Jangan sampai Covid-19 di Jakarta merembet ke Jawa Tengah, lalu Yogyakarta, kemudian Jatim. Kami kumpulkan satgas untuk mengantisipasi hal ini. Kami membuat kebijakan masyarakat berasal dari luar Gresik, masuk daerah zona merah, saat masuk Gresik harus swab test," tegasnya.

Pemkab Gresik bekerja sama dengan Forkopimda, kata Sambari, juga memperketat operasi yustisi dalam mengantisipasi sebaran Covid-19. "Petugas rutin sidak ke mal, pasar, pelabuhan, dan keramaian lainnya agar tak kecolongan," ucapnya.

Ia juga menyinggung kompetisi Liga 1 yang bakal segera dimulai. Sambari menyatakan telah melarang masyarakat untuk lakukan nonton bareng (nobar) hingga tingkat kecamatan maupun desa, lantaran pertandingan di stadion non penonton.

"Ini semua kami lakukan untuk mencegah sebaran Covid-19," pungkasnya. (hud/ian)