​Pengawasan Diperketat, Kualitas Produk BPNT di Tuban Semakin Terjamin

Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Gunawan Wihandono
Rabu, 16 September 2020 20:00 WIB

Pengecekan produk BPNT yang dilakukan Dinsos P3A Tuban, Forkopimka, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), dan Agen di Kecamatan Parengan, Rabu (16/9/2020). (foto: ist).

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Sistem pengawasan penyaluran program Bantuan Pangan NonTunai (BPNT) semakin diperketat. Dengan demikian, kualitas sembako yang disalurkan kepada keluarga penerima manfaat (KPM) dapat terjaga dan terjamin.

Sistem penyaluran komoditas program BPNT dilakukan pengawasan secara ketat dan berjenjang sebelum didistribusikan ke tingkat agen, guna menjaga kualitas beras benar-benar sesuai sampai ke tangan KPM.

"Kontrol terus dilakukan setiap ada penyaluran program BPNT untuk menjaga kualitas produk sampai ditangan KPM," ujar Sekcam Parengan, Sanusi usai melakukan pengecekan agen bersama Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Tuban, Forkopimka, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), di kecamatan setempat, Rabu (16/9/2020).

Selain itu, pihak pemasok komoditas menyediakan dua pilihan beras dengan kualitas medium dan premium, sehingga KPM bisa bebas memilih produk sesuai yang diinginkan.

"Alhamdulillah, beras BPNT yang disediakan sudah layak konsumsi. Saya minta ini lebih ditingkatkan lagi, jangan sampai KPM merasa dirugikan dengan program ini," imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Kecamatan Parengan, Eko Hariyanto membenarkan pendistribusian bulan ini mengalami sedikit perubahan. KPM bisa memilih jenis beras yang diminta, karena supplier menyediakan dua komoditas beras, yakni medium dan premium.

"Di Parengan terdapat sebanyak 3.200 KPM dari 18 desa dan akan dilayani sebanyak 20 agen. Pengawasan penyaluran program BPNT terus dilakukan secara ketat hingga di tingkat agen. Hal itu guna menghindari terjadinya kecurangan. Mulai dari ukuran, hingga kualitasnya harus sesuai dengan standar," ujar Eko Hariyanto.

"Nanti agen membawa sampel beras dari kecamatan sebagai pembanding, jangan sampai berbeda dari sampel yang disediakan," imbuhnya.

Hal yang sama juga disampaikan perwakilan agen BPNT, Parjo. Dirinya mengatakan, mulai bulan ini produk BPNT disediakan dua pilihan. Untuk kebutuhan protein hewani, disediakan daging, telur ayam, dan atau ikan laut. Sementara untuk protein nabati dari tahu dan tempe, serta buah dan sayur untuk vitamin dan mineral.

"Komoditas yang disediakan semakin bervariasi, sehingga KPM semakin bebas memilih produk yang diinginkan," tuturnya. (gun/zar)